Minggu, 24 April 2022

PROSES PERJALANAN PEMBELAJARAN SEBAGAI GURU PENGGERAK SAMPAI SAAT INI ( Sebuah Rangkuman ) - Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1.

 

PROSES PERJALANAN PEMBELAJARAN

SEBAGAI GURU PENGGERAK SAMPAI SAAT INI

( Sebuah Rangkuman )

 

Oleh : WEGANG SRI SULANJARI

CGP ANGKATAN 4 KOTA SURAKARTA

 

Tidak terasa proses belajar dalam mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak sudah sampai pada Modul 3.1. Banyak pengetahuan dan ilmu yang sudah saya dapatkan, semakin banyak materi yang saya dapatkan semakin menyadarkan saya bahwa masih banyak lagi yang harus saya pelajari untuk menjadi seorang guru yang bisa menuntun murid-murid saya menuju kebahagaiaan sejati. Berikut adalah proses perjalanan saya sampai dengan saat ini yang saya susun dalam sebuah rangkuman pembelajaran koneksi antar materi dari modul 1.1. hingga modul 3.1.



A.  Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

 

FIlosofi Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara adalah

1.    Ing Ngarsa Sung Tuladha ( di depan memberi contoh ), memiliki arti di depan menjadi teladan. Keteladanan adalah kunci keberhasilan dalam kegiatan belajar, di mana ketika seorang pendidik memiliki sikap yang baik maka siswa pun akan mengikuti sikap gurunya. Seorang guru harus bisa menjadi teladan dan panutan bagi siswanya. Tidak hanya sekedar pandai berbicara dan memberi contoh, tetapi bisa menjadi contoh

2.    Ing Madya Mangun Karsa ( di tengah membangun kemauan/ semangat ) artinya dimanapun, dengan siapapun dan dalam kondisi apapun seorang guru harus menjadi seseorang yang dapat menciptakan ide atau gagasan agar murid bersemangat. Guru mempunyai peran penting untuk menciptakan ide dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk dapat memfasilitasi beragam metode serta strategi agar tujuan pembelajaran berhasil dicapai. Selain itu, kemampuan atau potensi yang dimiliki oleh siswa dapat berkembang dengan baik.

3.    Tut Wuri Handayani ( di belakang sebagai pendorong ), maksudnya yaitu seorang pendidik harus mampu mendorong agar murid-muridnya termotivasi untuk maju dan pantang menyerah dalam meraih cita-citanya . Dalam hal ini, seseorang memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya untuk mendorong orang lain dalam mencapai tujuan secara berkelanjutan. Keberhasilan seorang guru adalah ketika dia bisa menjadikan muridnya menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang.

Pratap Troloka Ki Hajar Dewantara tersebut menjadikan guru sebagal role model sekaligus pelaku dalam mewujudkan sekolah sebagai insitusi moral yang dirancang untuk mengajarkan nilai-nilai moral. Segala keputusan yang dilakukan oleh guru pada khususnya dan sekolah, akan merefleksikan nilai-nilai moral dan kebajikan yang dijunjung tinggi oleh sekolah tersebut dan selanjutnya akan menjadi contoh, teladan dan rujukan bagi seluruh warga sekolah. Untuk itu peran guru sebagai teladan, motivator dan fasilitator berpengaruh pada setiap pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dengan mengedepankan nilai-nilai moral yang bertujuan agar keputusan tersebut bermanfaat dalam mewujudkan kebahagiaan sejati muid-muridnya.

  1. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Guru penggerak harus memiliki nilai Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid. Begitu pentingnya seorang guru dalam perjalanan hidup seorang anak. Seorang Guru Penggerak tentunya berperan besar dalam membuat lingkungan sekolah yang nyaman untuk para murid dan diharapkan mampu berperan sebagai pemimpin yang berorientasi pada murid, dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang murid. Guru penggerak diharapkan mampu membimbing dan memotivasi murid untuk menjadi mandiri yaitu memiliki kemauan yang keras untuk belajar, beradaptasi dan mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapi serta bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya.

Pemimpin Pembelajaran berarti seorang Guru Penggerak menjadi seorang pemimpin yang menitikberatkan pada komponen yang terkait erat dengan pembelajaran, seperti kurikulum, proses belajar mengajar, asesmen, pengembangan guru serta komunitas sekolah yang berpihak pada murid. Seorang Guru Penggerak tentunya berperan besar dalam membuat lingkungan sekolah yang nyaman untuk para murid dan diharapkan mampu berperan sebagai pemimpin yang berorientasi pada murid, dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang murid.

Nilai diri seorang guru akan berpengaruh pada setiap keputusan yang diambilnya, baik dalam pembelajaran maupun keputusan yang menyangkut guru lain, atasan dan kebijakan. Beban dan amanah seorang guru adalah memberikan yang terbaik bagi murid. Segala keputusan yang diambil harus berdasarkan nilai-nilai diri yang berorientasi pada nilai kebajikan yang berdampak pada peningkatan belajar murid. Di lingkungan kerja, guru penggerak pun memiliki amanah untuk menjadi contoh Ini menjadi hal yang berat untuk dilakukan, karena mau tidak mau Guru Penggerak akan jadi perhatian di lingkungan kerja. Kolaborasi aktif dan partisipatif adalah kunci dari keberhasilan guru penggerak dalam melakukan tugas dan perannya.


  Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil.

Dalam mengambil sebuah keputusan ada sembilan langkah yang kita lakukan yaitu :

1.    Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

2.    Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.    Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini

4.    Pengujian Benar atau Salah, meliputi uji legal, uji legal, uji regulasi/ standar profesional, uji intuisi, uji publikasi dan uji panutan/idola.

5.    Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

a)         Individu lawan masyarakat (individual vs community)

b)        Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

c)         Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

d)        Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

6.    Melakukan Prinsip Resolusi

a)         Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

b)        Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

c)         Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

7.    Investigasi Opsi Trilema

8.    Buat Keputusan

9.    Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Ketrampilan coaching akan sangat membantu di dalam menerapkan sembilan langkah tersebut untuk menggali berbagai informasi, data, nilai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan asertif disertai komunikasi positif dengan berdasarkan alur TIRTA ( Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi dan Tanggung Jawab ) untuk membuat kesimpulan-kesimpulan, membuat prediksi hasil keputusan dan pada akhirnya membuat keputusan yang efektif. Meskipun memang kadang sebuah keputusan tidak bisa memuaskan semua pihak, namun dengan langkah yang tepat maka keputusan tersebut berdasarkan nilai kebajikan universal, bertanggung jawab dan berpihak pada murid.

  1. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Seorang guru harus memiliki kesadaran penuh dalam mengelola dirinya saat mengambil keputusan. Ketrampilan sosial dan emosional akan sangat berpengaruh pada setiap keputusan yang diambilnya, apakah cukup efekti atau tidak. Kesadaran penuh (mindfulness) muncul saat seorang sadar sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan dengan pikiran terbuka, atau dalam situasi yang menghendaki perhatian yang penuh. Menurut Hawkins (2017), latihan berkesadaran penuh (mindfulness) dapat membangun keterhubungan diri sendiri (self-awareness) dengan berbagai kompetensi emosi dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, sebelum memberikan respon dalam sebuah situasi sosial yang menantang, kita berhenti, bernapas dengan sadar, mengamati pikiran, perasaan diri sendiri maupun orang lain, mengelola emosi yang muncul, hingga dapat membuat pilihan/mengambil keputusan yang lebih responsif, bukan reaktif. 

Pada saat menghadapi sebuah situasi atau kondisi menantang , mekanisme kerja otak akan mengarahkan diri untuk berhenti, menarik napas panjang, memberikan waktu untuk memahami apa yang dirasakan diri sendiri, apa nilai-nilai diri yang diyakini,  memunculkan empati untuk memahami situasi yang terjadi, mencari tahu apa yang dirasakan oleh orang yang terlibat dengan hadir secara penuh.  Guru akan melakukan coaching untuk memahami apa yang terjadi. Respon guru yang berkesadaran penuh akan dapat membangun koneksi dan rasa percaya murid atau rekan kerja pada guru. Koneksi, rasa aman dan rasa percaya di antara guru dan murid akan memperkuat relasi murid dan guru sehingga dapat menciptakan lingkungan dan suasana belajar yang kondusif bagi pembelajaran. Relasi yang terbangun antara guru dan murid akan mendorong guru untuk membuat keputusan yang lebih responsif. Di sisi lain, lingkungan belajar dan suasana belajar yang kondusif akan membantu tumbuhnya kesadaran diri murid tentang perasaan, kekuatan, kelemahan, nilai-nilai yang dimiliki dengan lebih baik. Tumbuhnya kesadaran sosial yang lebih baik yang didasarkan pada perhatian yang bertujuan juga akan membantu murid dalam memproses informasi secara lebih baik.  Jika murid dapat mengikuti proses pembelajaran secara lebih baik, maka secara perlahan tumbuh optimisme dan tingkat efikasi dalam dirinya. 

  1. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Ketika guru dihadapkan pada sebuah kasus baik itu bujukan moral maupun dilema etika, maka nilai moral dan etika yang di anut oleh guru tersebut akan mempengaruhi bagaimana respon, sikap dan hasil keputusan yang diambil. Seorang pendidik adalah contoh atau teladan bagi murid-muridnya, maka ketika guru akan memberikan penguatan karakter yang berkaitan dengan etika dan moral kepada murid-muridnya terlebih dulu guru harus memiliki nilai etika dan moral dalam dirinya sendiri.

George Wilhem Friedrich Hegel mengatakan bahwa Education is the art of making man ethical, yang artinya pendidikan adalah sebuah seni untuk menciptakan manusia menjadi beretika. Moral dan etika adalah landasan bagi guru dalam menjunjung nilai-nilai kebajikan yang diajarkan kepada murid-murid. Butuh keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi ketika seorang pendidik diharuskan membuat sebuah keputusan dengan berdasarkan nilai-nilai moral dan etika yang dianutnya. Besar kemungkinan keputusan yang diambilnya akan bertentangan dengan orang lain, namun selama itu bisa dipertanggungjawabkan dan berpihak pada murid maka pendidik harus memiliki keberanian untuk bertindak.

 

  1. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Dasar dalam mengambil keputusan selain nilai kebajikan dan bertanggung jawab adalah berpihak pada murid. Keputusan yang diambil harus berorientasi pada kebutuhan murid. Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan harus dipikirkan apakah akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif untuk mendukung proses belajar murid, aman, nyaman dan kondusif sehingga murid memiliki kemerdekaan dan kebahagiaan dalam mengembangkan dirinya. Keputusan tidak boleh membuat murid tertekan, terintimidasi dan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan ketakutan. Sebaliknya keputusan tersebut harus mampu menuntun murid untuk memaksimalkan bakat dan potensinya dalam mencapai kebahagiaan sejati.

  1. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan - kesulitan yang saya alami di lingkungan kerja saya adalah :

a.    Menyamakan persepsi dengan semua rekan kerja

Beberapa guru yang sudah nyaman di zonanya, agak sulit dalam menyamakan persepsinya terhadap sesuatu yang baru. Sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada dianggap hanya menambah pekerjaan dan beban pikiran saja. Untuk menyikapi hal ini tentunya butuh sebuah kegiatan untuk menyamakan persepsi, bisa dilakukan dengan cara kolaborasi dan pengimbasan dengan komunikasi positif dalam suasana kerja yang nyaman.

b.    Tarik menarik dengan berbagai kepentingan

Seperti yang disampaikan oleh pak Nadiem bahwa dalam membuat keputusan pasti tidak bisa memenuhi semua kepentingan dan memuaskan semua pihak. Terlebih lagi jika keputusan yang kita ambil adalah sebuah langkah transormasi, pasti akan ada kritik bahkan pertentangan didalamnya. Kritik dan pertentangan akan datang dari pihak yang merasa kepentingannya terganggu. Mau tidak mau harus siap dengan segala konsekuensinya.

c.    Konsistensi dalam menjalankan komitmen

Kendala ini berasal dari diri saya pribadi. Saat masih mengikuti pendidikan guru penggerak ini, insyaallah saya konsisten dalam menjalankan komitmen. Namun tidak bisa dipungkiri, seorang manusia kadang ada di titik jenuh, lelah dan putus asa. Sebenarnya ini lebih pada kekhawatiran, akahkah seterusnya saya bisa selalu konsisten dalam menjalankan tugas dan peran saya apabila nanti ada pada situasi dan kondisi yang sulit dan berat.

  1. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Setiap keputusan yang kita ambil tentunya akan sangat berpengaruh pada tujuan dari awal pendidikan ini yaitu bagaimana menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Menciptakan suasan kelas yang aman, nyaman dan menyenangkan sehingga murid-murid dapat memerdekakan dirinya dalam proses belajar. Keputusan , kita berdampak pada bagaimana murid dapat memaksimalkan potensinya dengan sepenuh hati dan mendapat respon, umpan balik positif dari lingkungannya. Keputusan tidak hanya pada menyelesaikan masalah tetapi juga tentang bagaimana menciptakan pembelajaran dikelas yang efektif, kreatif, inovatif dan penuh dengan kebermanfaatan.

  1. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Apa yang akan didapatkan dimasa depan dipengaruhi dengan apa yang dilakukan pada hari ini. Keputusan yang kita ambil hari ini akan berpengaruh dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Keputusan yang tepat dan efektif akan berpengaruh pada masa depan murid-murid kita. Apabila hari ini murid-murid kita bisa menemukan kemerdekaan dan kebahagiaan dalam belajar sehingga mereka menemukan dan memaksimalkan potensinya maka, hal ini akan memberikan kemudahan dan jalan bagi murid untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang.

  1. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir dari pembelajaran di modul ini adalah adanya keterkaitan dari semua modul baik itu filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, nilai guru pengerak, peran guru penggerak, budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi, visi misi sekolah yang berpihak pada murid, pembelajaran sosial emosional, coaching pada pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

1.    Guru berperan penting dalam menjadikan sekolah sebagai institusi moral yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan dalam mendidik murid-muridnya

2.    Diperlukan konsistensi dan komitmen dari seluruh warga sekolah, orang tua dan stakeholder dalam melaksanakan visi misi sekolah yang berpihak pada murid.

3.    Setiap keputusan yang diambil harus didasarkan pada nilai kebajikan, bertanggungjawab dan berpihak pada murid.

4.    Saat mengambil keputusan kita harus memikirkan apakah keputusan tersebut akan berdampak pada peningkatan belajar murid.

5.    Butuh keberanian dalam mengambil keputusan karena pasti akan ada kritik dan pertentangan dari beberapa pihak

6.    Saat membuat keputusan harus dilakukan dengan kesadaran penuh dengan melibatkan aspek sosial dan emosional yang baik

7.    Ketrampilan coaching akan sangat membantu dalam menjalankan sembilan langkah pengambilan keputusan

8.    Efektif atau tidaknya keputusan yang kita ambil akan sangat berpengaruh bagi kesuksesan murid di masa depan

 

 

Rabu, 13 April 2022

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERDASARKAN KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL PADA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS IX DENGAN MATERI SENI LUKIS

TUGAS  AKSI NYATA

MODUL 2.2

 

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

BERDASARKAN KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL
PADA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS IX DENGAN MATERI SENI LUKIS

 

 

Oleh

 

Wegang Sri Sulanjari

CGP Angkatan 4 Kota Surakarta

 

 

Pada tugas Aksi Nyata  kali ini saya akan melaksanakan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan Kompetensi Sosial Emosional ( KSE ) pada mata pelajaran Seni Budaya kelas IX yaitu Seni Rupa dengan materi membuat karya seni lukis.

 

Analisis kebutuhan murid

Pembelajaran berdiferensiasi ini meliputi diferensiasi konten, proses dan produk. Pertama kali yang saya lakukan adalah melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid. Pemetaan saya lakukan dengan cara observasi dan informasi yang saya dapatkan dari hasil karya sejak kelas 7.

Dari kondisi tersebut, saya memetakan kebutuhan siswa dari aspek kesiapan, minat dan profil belajar siswa kedalam kategori berikut ini:

1

Kesiapan Belajar

Murid telah memiliki kemampuan melukis dengan berbagai alat dan bahan

Murid telah memiliki kemampuan melukis namun hanya dengan satu alat dan bahan saja

Murid belum memiliki kemampuan dalam melukis

Nama

Callysta

Chelsea

Desy

Yohana

Vanya

Bagas

Angela

Angie

Catur

Ezra

Gregorius

Lirih

Izza

Naufal

Chrisna

Oscar

Rangga

Sharen

 

 

May

Dimas

Erick

Mashudi

2

Minat

Melukis dengan krayon/ pastel

Melukis dengan spidol

Melukis dengan pensil

Nama

Chelsea

Desy

Yohana

Dimas

Erick

Callysta

Vanya

Bagas

Ezra

Gregorius

Lirih

Izza

Naufal

Chrisna

Oscar

Rangga

Sharen

Angela

May

Dimas

 

3

Diferensiasi Konten

Murid dipersilahkan/ dibebaskan untuk melukis dengan alat dan bahan yang dikuasai/ diinginkan. Boleh dengan pensil, krayon, pastel, dan spidol

4

Diferensiasi Proses

Murid diminta untuk melukis dengan tema “Aku dan Diriku” dengan teknik dan bahan yang dikuasai/ diinginkan

Murid mendapatkan ide dari lukisan-lukisan dengan teknik dan bahan yang ditayangkan oleh guru

Murid mendapatkan bimbingan saat melukis. Dalam proses ini guru akan memberikan scafholding.

5

Diferensiasi Produk

Murid diperbolehkan memilih hasil karya seni lukis sesuai dengan aliran yang diinginkan. Boleh Representatif, Realisme, Romantisme, Ekspresionisme, Impresionisme, Surealisme,

 

Bentuk kegiatan pembelajaran berdasarkan Kompetensi Sosial dan Emosional yang akan saya terapkan dalam pembelajaran ini ada dalam tabel berikut :

 

KSE yang dikembangkan

Cara Penerapan

Bentuk Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional

Yang Dilakukan Guru

Hal penting yang harus disampaikan kepada murid

Kesadaran Diri -

Pengenalan Emosi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesadaran Diri – Kesadaran Penuh/ Mindfullness

 

 

Rutin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terintegrasi

 

 

 

 

 

 

 

Protokol

 

 

 

 

 

 

 

 

Terintegrasi dalam pembelajaran

1. Berdoa sebelum pembelajaran

 

 

 

 

 

2. Menyampaikan tujuan belajar dan memberikan motivasi

 

 

 

3. Refleksi setelah pembelajaran

 

 

 

 

 

 

4. Membersihkan aula bersama setelah pembelajaran

 

 

 

 

 

5. Melakukan kegiatan STOP

1. Mengajak murid berdoa bersama

 

 

 

 

 

2. Mengajak murid untuk bersyukur dan memanfaatkan anugerah yang diberikan dengan baik

 

3. Mengajak murid untuk melakukan refleksi

 

 

 

 

 

4. Mengajak murid untuk bersama-sama membersihkan dan merapikan kelas setelah digunakan belajar

 

 

 

5. Mengajak murid untuk bersama-sama melakukan kegiatan STOP

1. Marilah anak-anak kita berdoa agar Allah SWT/ Tuhan YME senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran terhadap apa yang akan kita lakukan

 

2. Mari kita bersyukur atas semua anugerah dengan meyayangi diri sendiri dan melakukan segala sesuatu dengan niat baik

 

 

4. Mari kita lakukan refleksi bersama. Sampaikan secara jujur apa yang kalian dapatkan dari pembelajaran ini dan apa yang kalian inginkan unutk pembelajaran kita selanjutnya.

 

4. Ayo anak-anak, sesuai dengan kesepakatan bahwa kita harus sama-sama menjaga kebersihan dan kerapian tempat belajar. Saat kita datang tadi kelas  ini dalam kondisi bersih, nah sekarang kita juga akan meninggalkan kelas dalam kondisi bersih.

5. Mengajak murid melakukan stop dengan membentuk lingkaran dan diringi musik.

Latihan ini akan membantu kita untuk bisa menyadari sepenuhnya siapa diri kita dan fokus pada apa yang akan kita lakukan

Pengelolaan Diri – Mengelola Emosi

 

 

 

 

Pengenalan Diri

 

Rutin

 

 

 

 

 

 

 

Terintegrasi

Bernyanyi bersama

 

 

 

 

 

 

 

Melukis dengan tema “ AKU”

Mengajak murid-murid untuk bernyanyi bersama lagu dengan judul “ Jangan Menyerah” – D Massive

 

 

Meminta murid untuk mengenali dirinya dengan melukis

Mari anak-anak kita bernyanyi bersama. Resapi lagu ini karena lagu ini sangat dalam maknanya yaitu megajak kita unutk selalu bersyukur dan tidak menyerah dengan keadaan

 

Buatlah karya lukis yang menggambarkan diri kalian. Kegiatan ini akan membantu kalian untuk lebih mengenali diri sendiri. Pilihlah alat dan bahan yang kalian sukai.

Kesadaran Sosial – Ketrampilan Berempati

 

Terintegrasi

Menyampaikan kesan tentang diri temannya dan memitivasi dengan kalimat positif

Meminta murid untuk saling bercerita dan selanjutnya menyampaikan kesan tentang temannya tersebut dan saling memotivasi

Kesan apa yang kamu dapatkan dari teman yang kamu ajak bercerita tadi. Sampaikan hal-hal positif yag dapat memotivasi temanmu

Keterampilan Relasi

 

Terintegrasi

Saling menceritakan lukisan masing-masing yang menggambarkan dirinya

Meminta murid untuk mencari salah satu teman dan selanjutnya saling menceritakan lukisannya terkait tentang diri masing-masing. Meminta untuk saling memberikan respon positif

Cari salah satu teman dan berceritalah tentag lukisan kalian, dengar dengan baik apa yang diceritakan temanmu, Berikan respon positif dan ungkapkan hal-hal positif yang kalian terima. Bangunlah rasa saling percaya satu sama lain dan berteman baiklah

 

Dari tabel tersebut diatas, secara rinci tertulis dalam RPP berikut ini :

 

 

RPP SENI BUDAYA

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

BERDASARKAN KETRAMPILAN SOSIAL EMOSIONAL

TAHUN PELAJARAN 2021  - 2022

Satuan Pendidikan

SMP Negeri 4 Surakarta

Mata Pelajaran

Seni Budaya – Membuat Karya Lukis tentang “ AKU”

Kelas/Semester

IX / Gasal

Alokasi Waktu

2 Jam Pelajaran (1 pertemuan )

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengamati video, media pembelajaran dan mengikuti proses pembelajaran, diharapkan ;

1.    Murid memiliki kesadaran penuh ( mindfullness ) tentang dirinya dan tentang apa yang sedang dan akan dilakukan dengan baik

2.    Murid memiliki ketrampilan dalam mengendalikan diri ditandai dengan kondisi rileks, fokus dan konsentrasi dalam melukis dengan baik

3.    Murid membuat satu karya seni lukis dengan tema “ AKU “ menggunakan crayon, pensil atau spidol

( Berdiferensiasi Proses dan Produk ) dengan tepat menggambarkan dirinya

4.    Murid dapat memiliki Ketrampilan Sosial dengan cara menceritakan segala hal tentang dirinya melalui lukisan yang dibuatnya kepada temannya dan membangun relasi dan berempati dengan baik

KD 3.1

3.1. Memahami unsur , prinsip, teknik, dan prosedur berkarya seni lukis dengan berbagai bahan, teknik dan aliran.

IPK 3.1.4

3.1.Memahami unsur , prinsip, teknik, dan prosedur berkarya seni lukis dengan bahan  dan teknik dengan proses kesadaran penuh, fokus dan konsentrasi serta membangun relasi melalui karya lukisnya.

KD 4.1

4.3 Membuat karya seni lukis dengan berbagai bahan, teknik dan aliran

IPK 4.1

4.1.4.Membuat karya seni lukis tentang “AKU” dengan bahan dan teknik crayon/pastel, pensil dan spidol

Materi Pembelajaran

1.    Keterampilan emosi dan sosial serta pengendalian diri melalui karya lukis

2.    Membuat karya seni lukis dengan bahan dan teknik yang disukai ( crayon/pastel, pensil atau spidol )

3.    Membuat karya seni lukis dengan aliran yang diinginkan ( Realis, Surealis, Representatif )

Model:

Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan Ketrampilan Sosial Emosional

 

Produk:

Karya seni lukis,dengan bahan dan teknik crayon/pastel, pensil atau spidol dengan tema “AKU”

 

Deskripsi:

Peserta didik secara mandiri dapat memiliki kesadaran penuh, fokus, konsentrasi dan membangun relasi melalui karya lukis yang menggambarkan segala hal tentang dirinya.

 

Alat, Bahan, dan Media:

a.    LCD, Laptop

b.    Video tentang teknik STOP

c.    Buku Seni Budaya Kelas IX dari Kemendikbud Th 2018

d.    Bahan praktik: kertas gambar ukuran A3

e.    Alat : crayon/ pastel, pensil atau spidol

 

 

Langkah Pembelajaran:

A.   Pendahuluan (15 Menit ) – RUTIN

1.    Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa : Marilah anak-anak kita berdoa agar Allah SWT/ Tuhan YME senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran terhadap apa yang akan kita lakukan. dan memeriksa kehadiran siswa sebelum melakukan pembelajaran. ( Kesadaran Diri – Pengenalan Emosi )

2.    Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan menyanyikan lagu “Jangan Menyerah”. ( Pengelolan Diri – Mengelola Emosi dan Fokus )

3.    Guru menyampaikan tujuan belajar dan memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengajak untuk menyayangi diri sendiri dan bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.( Kesadaran Diri – Pengenalan Emosi )

 

B. Kegiatan Inti ( 50 Menit ) - TERINTEGRASI

1. Pengamatan video ( Kesadaran Diri – Pengenalan Emosi )

a. Guru menayangkan video mengenai alur pembelajaran hari ini.

b. Guru menayangkan contoh lukisan dengan berbagai alat dan teknik.

c. Guru meminta murid untuk mulai membuat lukisan yang menggambarkan dirinya dengan alat dan teknik serta aliran yang dipilih.

2. Melakukan STOP

( Kesadaran Diri – Kesadaran Penuh/ Mindfullness )

Guru memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu melakukan STOP secara bersama-sama sebagai berikut  :

- Meminta murid untuk duduk dengan rileks

- Meminta murid untuk memejamkan mata sejenak, menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara perlahan, dilakukan 3 kali

Guru mulai membimbing murid-murid sebagai berikut :

a.   Stop/ Berhenti. Guru mengatakan : hentikan apapun yang sedang kalian lakukan, bersikaplah tenang dan rileks selanjutnya pejamkan mata

b.   Take a deep Breath/ Tarik napas dalam. Guru meminta dan mengatakan : Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Napas masuk, napas keluar. Jika belum cukup lakukan sekali lagi

c.    Observe/ Amati. Guru mendampingi murid-murid dan mengatakan : Amati apa yang kalian rasakan pada tubuh kalian? Amati perut yang mengembang sebelum membuang napas. Amati perut yang mengempes saat kalian membuang napas. Amati pilihan-pilihan yang dapat kalian lakukan.Nikmati dan rasakan. Jika belum cukup, lakukan sekali lagi. Setelah itu buka mata kalian dan tersenyumlah.

d.   Proceed/ Lanjutkan. Setelah proses observe selesai, guru berkata : Latihan selesai. Silahkan ambil alat gambar kalian dan mulailah melukis apapun yang menggambarkan diri kalian dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.

 3. Membuat Karya Seni Lukis dengan Tema “ AKU”

 ( Pengelolaan Diri – Pengenalan Emosi )

a. Guru memantau kegiatan murid dalam membuat sebuah lukisan.

b. Menanyakan pada murid, apakah dalam membuat lukisan ini ingin diputarkan musik tertentu atau ingin suasana tenang?

c. Mempersilahkan murid untuk melukis dengan teknik dan alat yang dia miliki dan dia inginkan. Silahkan kalian lukis tentang diri kalian, boleh menggunakan caryon, pastel, pensil atau spidol ( DIFERENSIASI KONTEN dan PROSES )

d. Melakukan Scafholding bagi siswa yang membutuhkan

4. Mencari teman dan saling bercerita tentang lukisan masing-masing. ( Ketrampilan Sosial – Membangun Relasi dan Ketrampilan Berempati )

Setelah lukisan selesai, guru meminta murid untuk

a.    Berhadap-hadapan dengan salah satu teman dan memperlihatkan karya lukisnya.

b.    Secara bergantian saling bercerita mengenai lukisan terkait dengan segala sesuatu tentang dirinya. Kegiatan ini dilakukan selama 5 menit.

c.    Setelah itu masing-masing mencari satu teman lagi dan melakukan hal yang sama

d.    Guru meminta beberapa murid untuk menceritakan kesan yang didapatkan dari teman cerita tadi dan memberikan kalimat motivasi atau kalimat positif kepada teman tersebut.

e.    Guru meminta murid untuk mengumpulkan hasil karyanya baik dengan teknik aliran yang telah dipilih dan dikerjakan oleh murid sebagai penilaian ( DIFERENSIASI PRODUK )

5. Refleksi ( Kesadaran Diri – Pengenalan Emosi )

a.Bersama-sama murid melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan berikut

- Apakah kalian bisa melakukan teknik STOP tadi dengan baik?

- Apa yang kalian rasakan saat melakukan teknik STOP tadi?

- Ceritakan perbedaan yang kalian rasakan sebelum dan sesudah melakukan teknik STOP?

- Apakah kalian merasakan lebih fokus dalam melukis? Berikan alasannya!

- Adakah kesulitan saat menggambarkan diri sendiri dan menuangkan kedalam bentuk lukisan?

- Saat saling bercerita apakah ada kendala? Bagaimana perasaan kalian?

- Berikan kesan apa saja tentang proses pembelajaran tadi dan makna apa saja yang dapat kalian ambil dari pembelajaran ini?

- Pembelajaran seperti apa yang ing kamu lakukan pada pertemuan selanjutnya?

b. Guru memberikan penguatan terhadap materi dan proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

 

3. KEGIATAN PENUTUP

a.    Guru mengajak berdoa dan memberikan kata-kata motivasi. Mari anak-anak kita bersyukur dengan cara berdoa karena hari ini kita telah menyelesaikan pelajaran dengan lancar dan insyaallah bermanfaat berdoa mulai. ( Kesadaran Diri – Pengenalan Emosi )

b.    Guru mempersilahkan murid kembali ke kelas dengan tertib. ( Pengelolaan Emosi )

c.    Guru mengajak murid untuk membereskan perlengkapan dan membersihkan ruangan aula bersama-sama. Mari anak-anak, sebelum kembali ke kelas kita bersihkan aula bersama-sama. ( Kesadaran Sosial – Ketrampilan Sosial )

 

Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila : Berketuhanan Yang Maha Esa dan Berahklak Mulia, Mandiri, Bernalar kritis, Kreatif, Berkebhinekaan Global

GLN : Literasi Baca tulis, Literasi Visual

KSE : Kesadaran Diri ( Mindfullness dan Pengenalan Emosi), Ketrampilan Sosial ( Membangun Relasi ) dan Pengelolaan Diri ( Fokus, Konsentrasi dan Bahagia)

Asesmen: Tes Lisan dan Produk

 

 

 

 

PENILAIAN

1.Teknik penilaian Sikap

No.

Teknik

Bentuk Instrumen

 

Waktu

Keterangan

 

 

 

Butir

Pelaksanaan

 

 

 

 

 

Instrumen

 

 

 

 

Observasi

Jurnal

Disiplin

Saat

Penilaian

 

 

 

 

Tanggung

pembelajaran

Untuk

Dan

 

 

 

Jawab

berlangsung

pencapaian

 

 

 

 

  Apresiatif

 

Pembelajaran

 

 

 

 

 

(assessment

 

 

 

 

 

for   and

Of

 

 

 

 

 

learning)

 

 

 

 

b.  Pengetahuan

:

 

 

 

 

No.

Teknik

Bentuk

Contoh Butir

Waktu

Keterangan

 

 

 

Instrumen

Instrumen

Pelaksanaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Lisan

Pertanyaan

(lisan) dengan

jawaban

terbuka

Terlampir

Saat

pembelajaran

berlangsung

Penilaian

untuk

pembelajaran

(assessment

for learning)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Tertulis

Pertanyaan tertulis bentuk esay

 

Terlampir

Setelah

Pembelajaran

Usai

Penilaian pencapaian pembelajaran (assessment of learning)

 

 

 

 

c.  Keterampilan

: 

 

 

 

 

 

 

 

 

No.

Teknik

 

Bentuk

Contoh Butir

Waktu

Keterangan

 

 

 

 

Instrumen

 

 

Instrumen

Pelaksanaan

 

 

 

Produk

 

Tugas (keterampilan)

Soal terlampir

Selama  atau usai pembelajaran berlangsung

Penilaian

Pencapaian

Pembelajaran

(assessment

of learning)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Portofolio

Sampel karya peserta didik terbaik dari KD 4.1. untuk melengkapi deskripsi capaian kompetensi keterampilan

Membuat karya Lukis dengan tema “ AKU”

 

Saat

Penilaian

Untuk pembelajaran

 dan sebagai data

 untuk penulisan

deskripsi pencapaian

keterampilan

 

 

 

pembelajaran

 

 

 

Selesai

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui

Kepala SMP  Negeri 4 Surakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Surakarta , 09 Maret 2022

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

Sri Wuryanti, S.Pd., M.Pd

NIP. 196608141987032004

Wegang Sri Sulanjari, S.Sn.

NIP 197512052009022002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


LEMBAR REFLEKSI DIRI

( Ketrampilan Sosial dan Emosional )

 

Petunjuk : Tuliskan jawabanmu dengan jelas pada kolom jawaban

 

NO

PERTANYAAN

JAWABAN

1.

Tuliskan satu kalimat yang menggambarkan tentang dirimu

 

2.

Tuliskan dua hal yang membuatmu senang dan dua hal yang membuatmu tidak senang

 

3.

Tuliskan satu peristiwa yang paling berkesan

 

4.

Tuliskan perasaanmu tentang keluargamu

 

5.

Berikan pendapatmu tentang teman-temanmu

 

6.

Tuliskan hal-hal yang menurutmu penting dan sudah kamu lakukan

 

7.

Tuliskan hal-hal yang menurutmu penting untuk segera kamu lakukan

 

8.

Gambarkan dirimu di masa datang

 

 

 

 

LEMBAR OBSERVASI KETRAMPILAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

( Penilaian Sikap )

 

Petunjuk : Berikan tanda centang pada kolom nilai

 

NO

INSTRUMEN

4

3

2

1

 

Sebelum Pembelajaran

 

 

 

 

1

Datang tepat waktu dan mengucapkan salam dengan ramah

 

 

 

 

2

Berdoa dengan sungguh-sungguh

 

 

 

 

3

Terlihat siap dan antusias memulai pelajaran

 

 

 

 

 

Saat Pelajaran

 

 

 

 

1

Mengikuti proses pembelajaran dengan senang dan bahagia

 

 

 

 

2

Aktif dalam setiap proses pembelajaran

 

 

 

 

3

Menjawab pertanyaan dari guru

 

 

 

 

4

Apresiatif kepada guru dan teman

 

 

 

 

5

Mandiri dan fokus dalam mengerjakan tugas

 

 

 

 

6

Bersikap ramah dan berbaur dengan teman-temannya

 

 

 

 

7

Percaya diri saat menjawab atau bertanya

 

 

 

 

8

Mampu bekerja dalam kelompok

 

 

 

 

9

Memiliki sikap mau mebantu teman yang kesulitan

 

 

 

 

10

Mampu merefleksi diri

 

 

 

 

 

Setelah Pembelajaran

 

 

 

 

1

Ikut serta menjaga kebersihan dan kerapian kelas

 

 

 

 

2

Memberikan apresiasi terhadap guru yang telah mengajar

 

 

 

 

3

Menjawab salam dengan ramah

 

 

 

 

Lembar Kerja Pengetahuan

 

Judul                      : SENI LUKIS, Melukis dengan berbagai alat /teknik

Tujuan                    : Melakukan perancangan langkah langkah penyelesaian

                              karya seni lukis dengan tema “AKU”

Identitas Mapel       : Seni Budaya

Petunjuk kerja         : a.Buatlah urutan langkah langkah penyelesaian projek seni lukis dengan berbagai alat, bahan dan teknik

b.Berkarya seni lukis dengan berbagai bahan dan tehnik dengan tema “AKU”

 

No

Urutan langkah langkah melukis dengan bahan dan teknik yang kamu pilih

1

 

2

 

3

 

4

 

5

 

dst

 

 

 

Lembar Kerja Ketrampilan

 

Judul            : Melukis dengan berbagai alat, bahan dan teknik

Tujuan          : Melakukan penilaian kegiatan pembuatan karya seni lukis tentang “AKU”

Petunjuk kerja         :

a.    Penilaian dilakukan pada saat persiapan alat dan bahan , proses pembuatan karya

b.    Berilah tanda centang pada form berikut ,sesuai dengan kondisi yang ada

 

No

Aspek Penilaian

 

 

Kriteria

 

 

 

4

3

2

1

1

Penggunaan alat dan bahan

 

 

 

 

2

Teknik yang digunakan

 

 

 

 

3

Prosedur pembuatan

 

 

 

 

4

Hasil karya selesai dan tuntas

 

 

 

 

5

Kesesuaian Tema

 

 

 

 

 

Skor Maksimum

 

 

 

 

 

Jumlah skor perolehan

 

 

 

 

RUBRIK PENILAIAN KERJA

 

No

Aspek penilaian

Rubrik

1

Penggunaan alat dan bahan

4 : Jika bahan dan alat yang digunakan sangat sesuai

3 : Jika bahan dan alat yang digunakan  sesuai

2 : Jika bahan dan alat yang digunakan kurang  sesuai

1 : Jika bahan dan alat yang digunakan dak sesuai

 

2

Teknik  yang digunakan

4 : Jika teknik yang digunakan sangat sesuai dengan bahan dan alat

3 : Jika teknik yang digunakan sesuai dengan bahan dan alat

2 : Jika teknik yang digunakan kurang sesuai dengan bahan dan alat

1 :  Jika teknik yang digunakan tidak sesuai dengan bahan dan alat

 

3

Prosedur pembuatan

4 : Jika prosedur pembuatan yang digunakan sangat runtut

3 : Jika prosedur pembuatan yang digunakan  runtut

2 :Jika prosedur pembuatan yang digunakan kurang runtut

1 : Jika prosedur pembuatan yang digunakan tidak runtut

 

4

Hasil karya selesai dan tuntas

4 : Jika hasil karya lukisan sangat tuntas

3 : Jika hasil karya lukisan  tuntas

2 : Jika hasil karya lukisan kurang  tuntas

1 : Jika hasil karya lukisan tidak tuntas

 

5

Kesesuaian Tema

4 : Jika lukisan sangat sesuai dengan tema

3 : Jika lukisan sesuai dengan tema

2 : Jika lukisan kurang sesuai dengan tema

1 : Jika lukisan tidak sesuai dengan tema

Perhitungan nilai karya

 

Nilai = Jumlah skor perolehan  : jumlah skor maksimum x 100                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembar Refleksi Pembelajaran

 

Judul                      : Melukis dengan berbagai alat, bahan dan teknik

Tujuan                   : Melakukan evaluasi proses dan hasil seni lukis dengan tema “AKU” Identitas Mapel          : Seni Budaya

Petunjuk kerja         :

a.    Tuliskan hal –hal positif selama melaksanakan kegiatan pembelajaran ini

b.    Tuliskan kendala kendala  selama melaksanakan kegiatan pembelajaran ini

 

 

No

Kegiatan

Hal hal positif

Kendala Kendala

1

Bernyanyi sebelum pembelajaran

 

 

2

Kegiatan dalam melatih kesadaran penuh dengan kegiatan STOP

 

 

3

Membuat karya Seni Lukis tentang “ AKU” dengan fokus dan konsentrasi

 

 

4

Bercerita tentang lukisannya kepada teman

 

 

5

Mengungjapkan kesan yang didapat dari teman yang diajak bercerita

 

 

6.

Makna pembelajaran yang didapat

 

 

7.

Pembelajaran seperti apa yang ingin kamu lakukan di waktu selanjutnya

 

 

 

 

UJI  KOMPETENSI 1

KD : 3.1 Seni Lukis

 

Jawablah pertanyaan dibawah ini , sehingga menjadi benar !

1.  Menggambar tidak hanya melibatkan aktivitas fisik semata , tetapi juga mental. Manusia melalui menggabar dapat menyampaikan gagasan, ide serta symbol sebagai salah satu bentuk ekspresi. Jadi menggambar merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikn diri..Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi , tetapi juga terkadangmemerlukan objek. Objek dalam menggambar berupa …

A.   Flora                                                   

B.    Fauna           

C.   Flora dan Fauna

D.   Flora , Fauna dan Alam benda

2. Dibawah ini yang merupakan penjelasan dari melukis adalah … .   

A.   Kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untukmendapat kesan tertentu dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara  penuh

B.    Kegiatan mengolah medium tiga  dimensi dari objek tiga dimensi untuk  mendapat kesan tertentu  dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara  penuh

C.   Kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek dua  dimensi untuk mendapat kesan tertentu dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara  penuh

D.   Kegiatan mengolah medium dua dan tiga dimensi  dari objek dua dan tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara  penuh

 

3.  Lukisan menjadi media untuk mencurahkan emosi/ perasaan. Coretan garis dan warna merupakan perwujudan dari dorongan emosi dan gejolak jiwa pelukisnya, sehngga penikmat karya seni tidak hanya mengutamakan keindahan semata. Lukisan ini menampilkan luapa emosi , penggambaran tentang emosi, gejolak hawa nafsu, serta bisikan seperti topeng topeng yang mengelilingi manusia. Hal tersebut merupakan tujuan berkrya seni lukis … .

A.   Tujuan religius

B.    Tujuan kritik social

C.   Tujuan ekspresi

D.   Tujuan komersil

 

4. Aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam , melukiskan segala sesuatu dengan nyata , sehingga perbandingann perspektif, tekstur atau warna serta gel;ap terang dibuat dengan seteliti mungkin, lebih indah dari kenyataannya . gaya aliran tersebut adalah gaya Naturalisme. Tokohnya antara lain … .

A. Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S Sudjojono, Dullah

B. Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, Mas Pirngadi, Wakidi

C. Raden Saleh,  Fransisco Goya, Turner

D. Claude Monet,George Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin

5. Aliran seni lukis yang memandang dunia ini apa adanya tanpa menambah atau mengurangi objek , penggambarannya sesuai dengan kenyatan hidup. Cara pengungkapan aliran dan gaya lukisan ini digolongkan dalam aliran … .

A. Realisme

B. Romantik

C. Ekspresionisme

D. Surialisme

 

6. Yang dimaksud aliran gaya seni lukis Impresionisme adalah alirn seni lukis yang penggambarannya … .

A.   sesuai dengan keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya

B.    sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis

C.   sesuai dengan keadaan situsasi saat pelukis melukis karya

D.   sesuai dengn kondisi zaman saat itu

 

7..Aliran seni lukis non representative adalah perwujudan aliran seni lukis yang menekankan pada unsur unsur formal seperti struktur , unsur rupa dan prinsip estetik. Gaya ini memandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat dihubungkan dengan objek apapun, gaya  seni lukis ini berupa … .

A. susunan garis,- garis yang terbebas dari bentuk alam

B. susunan garis – garis , bentuk , yang terbebas dari bentuk alam

C. susunan garis– garis , bentuk , bidang , yang terbebas dari bentuk alam

D. susunan garis – garis , bentuk , bidang , warna yang terbebas dari bentuk alam

 

8.Seniman yang berkaryanya nonrepresentatif diantaranya … .

A.   Vincent Van Gogh, Paul Gauguin, Paul Cezanne

B.    Salvador Dali, Ivan Sagita, agus Kamal, Boyke Aditya

C.   Wassily Kandinsky, Yua Mirro, W De Kooning, Amry Yahya, Fajar Sidik

D.   Constabel, Claude Rubens, Affandi

 

9. Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan cita rasa keindahan menggunakan  objek orang – orang yang ada disekitarnya, Seperti istrinya, anak anaknya , orang tua , saudaranya, temannya, tetangganya, sahabatnya dll. Tema dalam pembuatan karya tersebut adalah … .

A.   Manusia dengan dirinya sendiri

B.    Manusia dengan Alam sekitarnya

C.   Manusia dengan Manusia Lain

D.   Manusia dengan Alam khayal

 

10.Aktivitas manusia sering dijadikan tema dlam melukis, karena kehidupan sehari hari sangat menarik dan indah dalam berkarya seni lukis. Dibawah ini yang menunjukan tema lukisan manusia dengan aktifitasnya adalah … .

A.   Seseorang menata perabot rumah tangga seperti gentong, piring, gelas

B.    Seseorang yang sedang dilukis oleh seorang perupa

C.   Seseorang yang sedang menari

D.   Seseorang  menggunakan poteret dirinya sendiri sebagai objek lukisannya.

 

11.Dibawah ini beberapa  langkah yang perlu diperhatikan dalam teknik berkarya seni lukis .

 

1

Membuat sketsa

2

Mewarnai dan menyempurnakan lukisan

3

Menentukan media berkarya ( menentukan alat dan bahan )

4

Memunculkan gagasan

5

Menentukan teknik

 

   Urutan yang benar adalah … .

   A.  4 – 1 – 5 – 3 – 2                                  

   B.  4 – 1 – 3 - 5 – 2

   C. 3 – 1 – 4 – 5– 2

   D.  3 – 1 – 4 – 5 – 2

 

12.Jenis media Crayon Oil Pastel teruat dari pasta minyak yang dicampurdengan pwarna. Sifat crayon Oil Pastel ini adalah … .

A.   Keras , mudah bercampur, tapi cepat habis

B.    Keras , tidak mudah bercampur, tahan lama

C.   Lembut, mudah bercampur, tapi mudah habis

D.   Lembut, tidak mudah bercampur , tahan lama

 

13.Bahan pewarna ini bersifat transparan, bahan utamanya  berupa pigmen halus atau serbuk warna ( dye ) yang dicampur dengan gum Arabic sebagai bahan baku, serta gliserinatau madu untuk menambah kekentalan dan daya rekat pigmen warna ke permukaan bidang gambar. Jenis pewarna ini adalah … .

A.   Cat Air

B.    Cat Minyak

C.   Cat Tembok

D.   Tinta Bak

 

14.Jenis cat yang terbuat dari plastic berbasis polietilen yang akan mengeras ketika kering. Berbagai macam pigmen kemudian ditambahkan ke dalam emulsi polimer untuk mendapatkan berbagai warna cat yang berbeda. Jenis cat tersebut adalah … .

A. Cat Besi

B. Cat Aklirik

C. Cat Padat

D. Cat Cair

 

15. Teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna warni pada media lukisan , sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang digunakan untuk Teknik ini antara lain keramik, porselin, potongan kertas atau batu yamg berwarna warni . Teknik melukis seperti ini disebut … .

A. Lukisan cat air

B. Mosaik

C. Lukisan Kaca

D. Sketsa

 

16. Teknik melukis ini dengan sapuan warna tipis, sehingga hasilnya transparan, media untuk bahan melukis ini adalah kertas. Lukisan tersebut adalah … .

A. Lukisan Pointilis

B. Lukisan Batik

C. Lukisan Aquarel

D. Lukisan Arsir

 

17.Teknik melukis dengan warna tebal disebut … .

A. Palet

B. Tekstur

C. Goresan

D. Plakat

 

18.Gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan disebut … .

A. Arsir

B. Dussel

C. Batik

D. Sketsa

 

19.Seni lukis merupakan cabang dari seni rupa yang cara pengungkapannya diwujudkan melalui karya dua dimensi , dimana unsur pokok dalam karya dua dimensi adalah … .

A. garis

B. garis dan warna

C. garis ,warna  dan bentuk

D. garis, warna , bentuk dan tekstur

 

20. Gagasan,ide atau pokok pikiran yang ada didalam sebuah karya seni dalam bentuk karya seni rupa dua dimensi atau tiga dimensi disebut … .

A. Imajinasi

B. Tema

C. Hasil karya seni

D. Inspirasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KISI  KISI UJI KOMPETENSI 1

 

KD. 3.1 SENI LUKIS

Memahami unsur , prinsip dan prosedur berkarya seni lukis dengan berbagai bahan

No

Indikator

Bentuk

mudah

sedang

sukar

1

Objek menggambar

PG

 

 

2

Pengertian melukis secara umum

PG

 

 

3

Tujuan berkarya seni lukis

PG

 

 

4

Tokoh Naturalisme

PG

 

 

5

Alirn realism

PG

 

 

6

Aliran gaya Impressioisme

PG

 

 

7

Seni Lukis Non Representatif

PG

 

 

8

Tokoh Seni Lukis Non Representatif

PG

 

 

9

Tema pembuatan kara seni lukis

PG

 

 

10

Tema seni lukis manusia dengan aktifitasnya

PG

 

 

11

Langkah langkah dalam berkarya seni lukis

PG

 

 

12

Sifat oil pastel

PG

 

 

13

Sifat cat air

PG

 

 

14

Sifat cat aklirik

PG

 

 

15

Teknis melukis

PG

 

 

16

Teknik melukis

PG

 

 

17

Teknik melukis dengan warna tebal

PG

 

 

18

Gambar awal

PG

 

 

19

Unsur pokok karya seni lukis dua dimensi

PG

 

 

20

Pengertian tema dalam melukis

PG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENSKORAN UJI KOMPETENSI 1

 

NO

Nilai

Keterangan

1

100

Bila semua jawaban benar

2

95

Bila jawaban benar sebanyak 19 nomor

3

90

Bila jawaban benar sebanyak 18 nomor

4

85

Bila jawaban benar sebanyak 17 nomor

5

80

Bila jawaban benar sebanyak 16 nomor

6

75

Bila jawaban benar sebanyak 15 nomor

7

70

Bila jawaban benar sebanyak 14 nomor

8

65

Bila jawaban benar sebanyak 13 nomor

9

60

Bila jawaban benar sebanyak 12 nomor

10

55

Bila jawaban benar sebanyak 11 nomor

11

50

Bila jawaban benar sebanyak 10 nomor

12

45

Bila jawaban benar sebanyak 9 nomor

13

40

Bila jawaban benar sebanyak 8 nomor

14

35

Bila jawaban benar sebanyak 7 nomor

15

30

Bila jawaban benar sebanyak 6 nomor

16

25

Bila jawaban benar sebanyak 5 nomor

17

20

Bila jawaban benar sebanyak 4 nomor

18

15

Bila jawaban benar sebanyak 3 nomor

19

10

Bila jawaban benar sebanyak 2 nomor

20

5

Bila jawaban benar sebanyak 1 nomor

21

0

Bila jawaban semua salah

 

 

KUNCI JAWABAN

 

1.D

6.B

11.B

16.D

2.D

7.A

12.C

17.D

3.C

8.A

13.A

18.C

4.B

9.B

14B

19.C

5.A

10.C

15.B

20.D

 


WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA - AKSI NYATA 3.3.

  WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA Oleh : Wegang Sri Sulanjari   A.    Latar Belakang Radio streaming adalah sebuah media komunikas...