PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID
Oleh : Wegang Sri Sulanjari
A. Pengertian
Setiap
murid memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, hal ini dikanakan setiap anak
memiliki karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Perlu disadari
oleh guru bahwa tidak bisa menerapkan pembelajaran yang sama untuk murid yang
memiliki perbedaam kebutuhan belajar. Pembelajaran berdiferensiasi adalah
serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru
yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Hal ini adalah upaya guru dalam memenuhi
kebutuhan belajar siswa yang berragam. Keputusan tersebut didasarkan pada, bagaimana
guru menciptakan lingkungan belajar
yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai
tujuan belajar yang tinggi, tujuan pembelajaran yang jelas sehingga murid
mengerti, melakukan penilaian yang berkelanjutan, merespon kebutuhan muridnya,
menciptakan manajemen kelas yang efektif.
B. Pelaksanaan di Kelas
Dalam
melakukan pembelajaran berdiferensiasi yang harus dilakukan pertama kali adalah
memetakan kebutuhan murid. Kebutuhan murid ada tiga yaitu Kesiapan belajar (readiness)
murid, Minat murid dan Profil belajar murid. Kesiapan belajar (readiness) adalah
kapasitas untuk mempelajari materi baru. Bukan tentang tingkat intelektualitas
(IQ), tapi lebih mengenai informasi tentang apakah pengetahuan atau
keterampilan yang dimiliki murid saat ini, sesuai dengan keterampilan atau
pengetahuan baru yang akan diajarkan. Minat setiap murid berbeda-beda. Minat berpengaruh
pada motivasi belajar murid dan menentukan apakah nanti murid tersebut terlibat
atau tidak dalam pembelajaran. Profil belajar murid terkait dengan banyak
faktor, seperti bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan
lainnya. Selain itu juga akan berhubungan dengan gaya belajar seseorang. Dalam
memetakan kebutuhan murid tersebut bisa dilakukan dengan banyak hal misalnya
pretest, data siswa, informasi dari walikelas atau guru mata pelajaran,
observasi, angket dan sebagainya.
Pembelajaran berdiferensiasi bisa dilakukan
dalam 3 bentuk yaitu konten, proses dan
produk. Diferensiasi konten adalah strategi membedakan pengorganisasian
dan format penyampaian konten. Konten adalah materi pengetahuan, konsep, dan
keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum. Diferensiasi
Proses adalah strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang
dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi (content)
materi. Sedangkan Diferensiasi Produk adalah strategi memodifikasi produk hasil
belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah
dipelajari. Guru tidak harus memilih ketiga diferensiasi tersebut, tetapi boleh
memilih salah satu diantaranya sesuai dengan materi yang akan disampaikan,
tujuan belajar yang ditetapkan dan kebutuhan belajar murid yang sudah
dipetakan.
C. Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar
murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal
Pembelajaran berdiferensiasi akan
dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang
optimal apabila guru dapat memetakan kebutuhan murid dengan akurat. Pemilihan
metode belajar dengan menerapkan salah satu diferensiasi yang terkait dengan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Hal ini akan berhasil karena
pembelajaran berdiferensiasi bersifat proaktif, bersifat kualitatif daripada
kuantitatif, berakar pada penilaian, menggunakan beberapa pendekatan seperti
konten, proses dan produk, berpusat pada murid, perpaduan dari pembelajaran
seluruh kelas, kelompok dan individual, bersifat organik dan dinamis.
Selain praktik pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar
pada asesmen. Asesmen formatif memungkinkan guru untuk mengenal murid
mereka dengan lebih baik, oleh karena itu, mereka dapat membuat keputusan
terbaik demi menantang murid
dengan tepat dan melibatkan murid
dalam pembelajaran.
D.
Kaitan modul ini
dengan modul lain di Program Pendidikan
Guru Penggerak
Materi dalam
modul ini yaitu pembelajaran berdiferensiasi dengan penekanan memenuhi
kebutuhan belajar murid, sangat terkait dengan modul 1 sebagai berikut,
1. Pendidikan menurut pemikiran KI
Hajar Dewantara yaitu berpihak pada murid. Seperti yang ditulis oleh beliau
berikut ini : “Maksud
pendidikan itu adalah menuntun segala
kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai
keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik
sebagai manusia, maupun anggota masyarakat” (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraph
4). Hal ini sangat terkait dengan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan
sebuah pembelajaran yang mampu memenuhi kebutuhan setiap murid.
2. Peran guru sangat menentukan
keberhasilan pembelajaran. Dalam pembelajaran berdiferensiasi ini keputusan
guru dalam menerapkan metode pembelajaran menjadi penting dalam menciptakan
murid yang bisa mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Nilai guru
penggerak yaitu Mandiri,
Reflektif, Kolaboratif dan Inovatif serta Berpihak pada murid memiliki peran
besar dalam pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi.
3. Pembelajaran
Berdiferensiasi memerlukan sebuah landasan pemikiran yang positif. Hal ini
terkait dengan materi Inkuiri Apresiatif dimana keberagaman murid harus
dipandang sebagai sebuah yang positif dan menjadi peluang dalam membuat sebuah
keputusan pembelajaran. Kebutuhan belajar murid yang berbeda harus dipandang
menjadi sebuah tantangan bukan rintangan.
4. Langkah-langkah
dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi bisa dilakukan dengan tahapan
BAGJA, yaitu
a. Buat Pertanyaan ,
misalnya apa saja kebutuhan belajar siswa di kelas saya? Kemudian tentukan
tindakan aksinya
b. Ambil Pelajaran, misalnya apa saja
hasil pemetaan yang saya lakukan terhadap kebutuhan kelas saya tersebut? Tentukan
aksinya
c. Gali mimpi, misalnya dengan
menetapkan tujuan pembelajaran, tentukan tindakan yang harus dilakukan
d. Jabarkan rencana dengan cara
menentukan metode dan dijabarkan dalam langkah-langakah pembelajaran.
e. Atur eksekusi, terapkan di kelas,
tentukan assesesmen dan tindak lanjutnya
5. Pembelajaran berdiferensiasi ini
juga terkait dengan perubahan paradigma dalam membangun budaya positif dikelas,
dimana setiap murid terpenuhi hak belajarnya dengan kondusif, nyaman dan
menyenangkan.
6. Pembelajaran berdiferensiasi ini
juga sangat terkait dengan materi kebutuhan dasar manusia dimana guru
memperlakukan murid sesuai dengan kebutuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar