Selasa, 22 Februari 2022

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID

 

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID

Oleh : Wegang Sri Sulanjari





A.   Pengertian

Setiap murid memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, hal ini dikanakan setiap anak memiliki karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Perlu disadari oleh guru bahwa tidak bisa menerapkan pembelajaran yang sama untuk murid yang memiliki perbedaam kebutuhan belajar. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Hal ini adalah upaya guru dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berragam. Keputusan tersebut didasarkan pada, bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi, tujuan pembelajaran yang jelas sehingga murid mengerti, melakukan penilaian yang berkelanjutan, merespon kebutuhan muridnya, menciptakan manajemen kelas yang efektif.

B.   Pelaksanaan di Kelas

Dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi yang harus dilakukan pertama kali adalah memetakan kebutuhan murid. Kebutuhan murid ada tiga yaitu Kesiapan belajar (readiness) murid, Minat murid dan Profil belajar murid. Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Bukan tentang tingkat intelektualitas (IQ), tapi lebih mengenai informasi tentang apakah pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki murid saat ini, sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan. Minat setiap murid berbeda-beda. Minat berpengaruh pada motivasi belajar murid dan menentukan apakah nanti murid tersebut terlibat atau tidak dalam pembelajaran. Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor, seperti bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya. Selain itu juga akan berhubungan dengan gaya belajar seseorang. Dalam memetakan kebutuhan murid tersebut bisa dilakukan dengan banyak hal misalnya pretest, data siswa, informasi dari walikelas atau guru mata pelajaran, observasi, angket dan sebagainya.

Pembelajaran berdiferensiasi bisa dilakukan dalam 3 bentuk yaitu konten, proses dan produk. Diferensiasi konten adalah strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum. Diferensiasi Proses adalah strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi (content) materi. Sedangkan Diferensiasi Produk adalah strategi memodifikasi produk hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari. Guru tidak harus memilih ketiga diferensiasi tersebut, tetapi boleh memilih salah satu diantaranya sesuai dengan materi yang akan disampaikan, tujuan belajar yang ditetapkan dan kebutuhan belajar murid yang sudah dipetakan.

 



C.   Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal

 

Pembelajaran berdiferensiasi akan dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal apabila guru dapat memetakan kebutuhan murid dengan akurat. Pemilihan metode belajar dengan menerapkan salah satu diferensiasi yang terkait dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Hal ini akan berhasil karena pembelajaran berdiferensiasi bersifat proaktif, bersifat kualitatif daripada kuantitatif, berakar pada penilaian, menggunakan beberapa pendekatan seperti konten, proses dan produk, berpusat pada murid, perpaduan dari pembelajaran seluruh kelas, kelompok dan individual, bersifat organik dan dinamis.

Selain praktik pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada asesmen. Asesmen formatif memungkinkan guru untuk mengenal murid mereka dengan lebih baik, oleh karena itu, mereka dapat membuat keputusan terbaik demi menantang murid dengan tepat dan melibatkan murid dalam pembelajaran.

 

D.   Kaitan modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak

Materi dalam modul ini yaitu pembelajaran berdiferensiasi dengan penekanan memenuhi kebutuhan belajar murid, sangat terkait dengan modul 1 sebagai berikut,

1.    Pendidikan menurut pemikiran KI Hajar Dewantara yaitu berpihak pada murid. Seperti yang ditulis oleh beliau berikut ini : “Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat(KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraph 4). Hal ini sangat terkait dengan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan sebuah pembelajaran yang mampu memenuhi kebutuhan setiap murid.

2.    Peran guru sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Dalam pembelajaran berdiferensiasi ini keputusan guru dalam menerapkan metode pembelajaran menjadi penting dalam menciptakan murid yang bisa mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Nilai guru penggerak yaitu Mandiri, Reflektif, Kolaboratif dan Inovatif serta Berpihak pada murid memiliki peran besar dalam pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi.

3.    Pembelajaran Berdiferensiasi memerlukan sebuah landasan pemikiran yang positif. Hal ini terkait dengan materi Inkuiri Apresiatif dimana keberagaman murid harus dipandang sebagai sebuah yang positif dan menjadi peluang dalam membuat sebuah keputusan pembelajaran. Kebutuhan belajar murid yang berbeda harus dipandang menjadi sebuah tantangan bukan rintangan.

4.    Langkah-langkah dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi bisa dilakukan dengan tahapan BAGJA, yaitu

a.    Buat Pertanyaan , misalnya apa saja kebutuhan belajar siswa di kelas saya? Kemudian tentukan tindakan aksinya

b.    Ambil Pelajaran, misalnya apa saja hasil pemetaan yang saya lakukan terhadap kebutuhan kelas saya tersebut? Tentukan aksinya

c.    Gali mimpi, misalnya dengan menetapkan tujuan pembelajaran, tentukan tindakan yang harus dilakukan

d.    Jabarkan rencana dengan cara menentukan metode dan dijabarkan dalam langkah-langakah pembelajaran.

e.    Atur eksekusi, terapkan di kelas, tentukan assesesmen dan tindak lanjutnya

5.    Pembelajaran berdiferensiasi ini juga terkait dengan perubahan paradigma dalam membangun budaya positif dikelas, dimana setiap murid terpenuhi hak belajarnya dengan kondusif, nyaman dan menyenangkan.

6.    Pembelajaran berdiferensiasi ini juga sangat terkait dengan materi kebutuhan dasar manusia dimana guru memperlakukan murid sesuai dengan kebutuhannya.




Rabu, 09 Februari 2022

CARA MENYUSUN KARYA INOVATIF DALAM BENTUK LAPORAN KARYA SENI UNTUK KENAIKAN PANGKAT - Part 1 - Judul s.d. pengesahan


SIMAK : CARA MUDAH NAIK PANGKAT DENGAN KARYA INOVATIF


SIMAK : BAB I _LAPORAN KARYA SENI


Bapak ibu yang akan naik pangkat tentu harus menyertakan Pengembangan Diri dan Karya Tulis Ilmiah atau Publikasi Ilmiah. Nah bagi bapak ibu yang mempunyai karya seni dan bingung bagaimana menyusunnya dalam bentuk laporan, berikut akan saya bagikan contoh laporan karya seni. Di Blog ini saya kan membagi beberapa bagian dari awal hingga akhir. 

BAGIAN DEPAN LAPORAN KARYA SENI - KARYA INOVATIF

Di bagian ini memuat judul, pengesahan, daftar isi, daftar gambar, kata pengantar dsb

1. CONTOH JUDUL

LAPORAN KARYA INOVATIF

KARYA SENI DRAMATARI ANAK

 

“ SRIKANDI SENOPATI PINILIH “


 

Disusun Oleh :

Nama

Jabatan/ Golongan

NIP. ...

 

PEMERINTAH KOTA SURAKARTA

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

SMP NEGERI 4 SURAKARTA

  Jl. D.I. panjaitan 14 Surakarta, Telp. 0271....

 

 

 

 


TAHUN 2021


b.  CONTOH KATA PENGANTAR

 

Kata Pengantar

Kemajuan teknologi memang memberikan dampak positif terutama dari segi kemudahan, efektif baik waktu maupun biaya, dalam segala segi kebermanfaatan hidup. Namun juga memiliki dampak positif terutama pada perubahan perilaku manusia. Dapat dikatakan masyarakat sekarang cenderung lebih individual dan tidak sedikit yang akhirnya menjadi apatis dan egois. Memilih menyibukkan diri dengan laptop, handphone dengan berbagai fitur sebagai kesenangan sesaat, begitu aktif di media sosial sehingga jarang melibatkan diri secara fisik dengan lingkungan sekitar, bahkan dengan keluarga.

Mengenalkan budaya tradisi adalah salah satu upaya dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak. Nilai-nilai yang terkandung di dalam seni tradisi adalah nilai-nilai jati diri manusia Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa pada khususnya. Anak-anak adalah generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet keberlangsungan negara Indonesia ini. Memberikan pendidikan karakter lewat seni tradisi dan melibatkan anak baik sebagai pelaku seni maupun penonton diharapkan akan memberi pencerahan dan contoh serta pemahaman tentang nilai-nilai sebagai manusia yang harus memiliki rasa kemanusiaan.

Sebagai guru seni saya sudah dan akan terus berusaha menanamkan nilai-nilai tersebut. Dengan harapan agar anak didik saya lebih punya rasa empati, simpati dan menempatkan sisi kemanusiaan dan kebenaran diatas segala-galanya. Paling tidak, ada contoh pembanding bagi mereka yang tercermin dalam sifat dan karakter dalam tokoh-tokoh yang menjadi sumber cerita seni tradisi  tersebut.

Surakarta, 20 September 2021

 

                                                                                 Nama...

c. DAFTAR ISI

 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................ I

KATA PENGANTAR.......................................................................................................... II

DAFTAR ISI....................................................................................................................... IV

PENGESAHAN................................................................................................................... V

PERNYATAAN................................................................................................................. VI

GLOSARI........................................................................................................................ VIII

RINGKASAN..................................................................................................................... IX

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................................... 1

A.    Latar Belakang........................................................................................................... 1

B.     Rumusan Penciptaan.................................................................................................. 3

C.     Tujuan dan Manfaat Penciptaan................................................................................. 3

D.    Penegasan Judul......................................................................................................... 3

E.     Tinjauan Sumber Penciptaan...................................................................................... 4

BAB II. PROSES PENCIPTAAN........................................................................................ 5

A.    Tahap Persiapan.......................................................................................................... 5

B.     Tahap Penggarapan/ Penyusunan............................................................................... 7

BAB III. DESKRIPSI KARYA

A.    Bentuk Karya............................................................................................................. 9

B.     Konsep Panggung.................................................................................................... 14

C.     Konsep Pertunjukan................................................................................................. 14

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN.....................................................................      33

A.    Kesimpulan............................................................................................................... 33

B.     Saran......................................................................................................................... 34

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 35

DAFTAR DISKOGRAFI............................................................................................. 36


d. CONTOH LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN

 

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                           : ...

NIP                             : ....

Pangkat / Golongan    : ....

Unit Kerja                   : SMP Negeri 4 Surakarta

Judul Karya                 : Karya Seni Dramatari  “ Srikandhi Senopati “

Bahwa laporan karya seni dramatari ini adalah benar-benar karya saya sendiri, kecuali kutipan-kutipan dan ringkasan-ringkasan yang telah saya jelaskan sumbernya

 

 

Surakarta, 20 September 2021

Yang Mengesahkan

Kepala SMP Negeri 4 Surakarta,                                Pembuat Laporan,

 

 

 

 

 

....                                                                                 ......

NIP. ....                                                                 NIP. ....

 

e. CONTOH LEMBAR PERNYATAAN

Pernyataan

Dengan ini, saya menyatakan bahwa karya inovatif berupa karya seni dramatari ini adalah betul-betul karya saya dan bukan karya duplikasi dan tidak dibuatkan orang lain. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun

 

 

Surakarta, 20 September 2021

Menyatakan

 

 

....

NIP. ...


Nah Bapak Ibu silahkan LIke, Follow dan Comment apakah bapak ibu menginginkan saya untuk memposting bab selanjutnya

Terimakasih



WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA - AKSI NYATA 3.3.

  WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA Oleh : Wegang Sri Sulanjari   A.    Latar Belakang Radio streaming adalah sebuah media komunikas...