Sabtu, 02 Juli 2022

WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA - AKSI NYATA 3.3.

 

WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA

Oleh : Wegang Sri Sulanjari




 

A.   Latar Belakang

Radio streaming adalah sebuah media komunikasi berupa penyiaran radio yang diransmisikan melalui internet, hal ini berbeda dengan radio pemancar. Radio streaming memiliki sebuah media streaming yang dapat menyediakan saluran audio terus menerus dan tidak ada kontrol operasional penyiaran. Radio ini mudah diaplikasikan dan murah. Kelebihan lain adalah bisa diakses di wilayah manapun selama koneksi internet ada.

Tahun 2020 saya memiliki ide untuk membuat radio sebagai kebutuhan belajar saat pandemi dalam bentuk radio streaming. Radio ini sebagai salah satu moda alternatif dalam pembelajaran jarak jauh. Prakarsa saya ini mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah, dan saya memulai dengan menginstal serta melengkapi beberapa perangkat audio dibantu pihak ketiga atas fasilitas sekolah. Awalnya saya melakukan siaran sendiri, kemudian menyusun jadwal pembelajaran radio untuk semua mata pelajaran, kegiatan ekstra kurikuler, informasi sekolah dan acara lain yang bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan bagi murid yang belajar di rumah. Radio ini diberi nama Radio Patska, dan berhasil mendapat penghargaan sebagai Praktik Baik Pembelajaran Jarak Jauh Terbaik di Indonesia dari Kemendikbud dan Kemenag.

Saat pembelajaran tatap muka mulai berjalan, radio ini sudah tidak berfungsi  dan hampir tidak digunakan lagi. Inilah yang mencetuskan ide saya untuk menyusun program “ Wujudkan Asa Bersama Radio Patska “. Kali ini program saya susun dengan melibatkan murid untuk menyusun rencana, melaksanakan program hingga melakukan evaluasi. Selain itu dengan tahapan BAGJA saya memprogramkan kembali Radio sebagai media kegiatan Ko Kurikuler yang memaksimalkan potensi atau aset yang dimiliki sekolah dengan keterlibatan murid sebagai upaya mewujudkan Student Agency atau Kepemimpinan Murid.

B.   Tujuan

Radio Patska dapat menjadi program yang berdampak positif bagi murid dengan mewujudkan kepemimpinan murid melalui keterlibatan murid dalam setiap prosesnya

 

C.   Tindakan Aksi Nyata

 

Tahapan/ Proses

1.    Menyusun ilustrasi program dengan tahapan BAGJA

2.    Melakukan komunikasi dengan kepala sekolah dan staf

3.    Melakukan persiapan berupa pengecekan sarana prasarana, berkolaborasi dengan pihak teknisi

4.    Menyusun program siaran, melaksanakan siaran secara terjadwal, melakukan evaluasi dan perbaikan dengan melibatkan murid pada setiap prosesnya.

5.    Evaluasi dan perbaikan di ambil dari data serta informasi valid yaitu jumlah pendengar dalam setiap program siaran, respon dalam bentuk chat dan telpon saat siaran, serta angket yang diisi oleh kelas.

 

Hasil

1.    Siaran langsung program penguatan materi pelajaran untuk semua murid dari guru mata pelajaran, dimana murid bisa berinteraksi dengan mengajukan pertanyaan atau respon melalui pesan atau panggilan telfon dan didengarkan oleh semua murid.

2.    Setiap kelas mendapatkan kesempatan mengisi program siaran “ Patska Ceria” dengan topik bahasan sesuai dengan keinginan kelas.

3.    Murid dapat menyusun, melaksanakan program siaran sesuai dengan harapan mereka dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah mereka buat.

4.    Murid mendapatkan wadah untuk berkreasi memanfaatkan teknologi internet dengan melakukan praktik baik berupa konten siaran yang positif.

5.    Siaran bisa disiarkan langsung melalui Youtube sekolah sehingga murid murid bisa mengikuti kembali kapan saja.

 

Dampak

1.    Murid menjadi kreatif dalam menyusun program acara secara kolaboratif berpartisipasi aktif mengelola Radio Patska

2.    Waktu untuk bermain HP berkurang dengan mendengarkan radio patska

3.    Murid mendapatkan hak untuk bersuara melalui penyusunan perencanaan , pelaksanaan hingga evaluasi

4.    Murid dapat belajar berkomunikasi dengan baik dalam bidang broadcasting

5.    Murid belajar bertanggung jawab dengan apa yang diucapkan saat siaran

6.    Murid mendapatkan pengayaan materi dan karakter melalui moda yang menarik

 

REFLEKSI

Perasaan saya saat melaksanakan program ini adalah merasa tertantang ketika melibatkan seluruh murid melalui pengurus OSIS dalam memprogram ulang radio ini. Saya merasa senang dan bangga  karena anak-anak begitu antusias dan bersemangat dalam menjalankan program ini. Terihat bahwa ide-ide dan gagasan mereka sangat kreatif dan sangat terasa kekiniannya.

Pembelajaran yang bisa saya temukan dalam menjalankan program ini adalah

1.    Sebelumnya dalam mengelola program saya lebih cenderung melaksanakannya sendiri dalam setiap prosesnya, dengan mempelajari materi modul ini, kedepan saya akan semaksimal mungkin melibatkan murid.

2.    Ketika kita memberikan kemerdekaan bagi murid untuk bersuara, menentukan pilihan sendiri ternyata mereka mampu menunjukkan potensi yang mereka miliki secara maksimal.

3.    Memanfaatkan aset sekolah menjadi sebuah program dengan mengikuti kodrat zaman murid-murid kita, akan menjadikan program benar-benar berpihak pada murid. Radio streaming adalah sebuah teknologi internet yang mudah dan murah tetapi cukup efektif untuk menjadi sebuah program yang mendorong terwujudnya student agency

 

Hal-hal yang perlu diperbaiki di masa yang akan datang  adalah :

1.    Perlu ada latihan tentang teknik siaran yang baik secara bertahap kepada murid dari pihak profesional untuk meningkatkan kualitas siaran sehingga murid lebih percaya diri.

2.    Dibentuk satuan tugas dari murid yang khusus mengelola radio Patska sehingga pengelolaan dapat berjalan maksimal.

3.    Orang tua melalui paguyuban diberi kesempatan untuk berpartisipasi mengelola radio dan melakukan siaran.    

 

 

DOKUMENTASI  

            


Rapat koordinasi dengan Kepala Sekolah, Wakasek dan Staf mengenai program-program sekolah salah satunya adalah Radio Patska.


 

 


 Rapat dengan pengurus OSIS yang mewakili semua kelas mengenai Radio Patska. Dalam rapat ini pengurus OSIS membuat rancangan awal mengenai pengelolaan radio meliputi konten , jadwal, petugas, teknis dan cara mendapatkan data dari seluruh murid agar siaran yang dilakukan sesuai dengan keinginan teman-teman mereka. Tahap pengumpulan informasi melalui Google Form berupa angket dan pertanyaan. Siaran dengan konten apa saja yang mereka inginkan, jam berapa sebaiknya ditayangkan, dan saran serta masukan yang diperlukan. Dari data tersebut kemudian murid-murid menyusun acara, konten, nara sumber, menentukan apakah akan disiarkan langsung atau siaran tunda, jadwal siaran, petugas dan sebagainya.

 



 

 Saya membimbing satu kelompok yang sedang menyusun sebuah siaran yaitu acara Patska Ceria. Patska Ceria adalah satu acara yang memberi kesempatan kepada setiap kelas untuk melakukan siaran dengan tema bebas. Acara ini diadakan setiap hari dengan durasi 1 jam. Kelas yang terjadwal bertugas menyusun konten, alur dan mengoperasikan radio dan melakukan siaran secara langsung. Dalam acara ini kelas lain bisa berinteraksi secara langsung melalui chat maupun telpon dalam aplikasi radio Patska.



 Murid-murid melakukan siaran langsung

 


Saya saat melakukan siaran di Radio Patska

Selasa, 07 Juni 2022

PENGELOLAAN SUMBER DAYA SEKOLAH DALAM MEMBUAT PRAKARSA PERUBAHAN

 

Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan

dan Mampu Mendorong Murid

untuk Menciptakan Karya Seni Sastra

 

 

Latar Belakang

Setiap sekolah memiliki visi dan misi yang ditetapkan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pencapaian visi dan misi sekolah tentu saja harus dilakukan oleh seluruh aspek yang ada di sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan dituntut memiliki kemampuan managerial untuk menggerakkan dan mewujudkan sekolah sebagai sebuah ekosistem yang baik dan kuat. Guru adalah pemimpin pembelajaran di kelas, berhadapan langsung dengan murid dan orang tua merupakan unsur penting, begitu juga dengan tempat, sarana prasarana, dan unsur lain yang dapat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan dan program sekolah.

Saat menetapkan program atau melaksanakan kegiatan baik di kelas maupun lingkup sekolah kerap menghadapi hambatan dan kendala. Berjalan tidaknya kegiatan tersebut tergantung dari keputusan seluruh warga sekolah dalam mengambil keputusan serta bagaimana pemimpin pembelajaran mampu mengelola sumber daya sekolah menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan pembelajaran dan visi, misi sekolah

Proses Kognitif dalam Taksonomi Bloom pada tahapan C6 yaitu mencipta, sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru sebagai pamong bagi muridnya. Membuka ruang selebar-lebarnya bagi murid untuk berkreasi menciptakan suatu karya dengan memaksimalkan potensi yang ada baik dari diri murid sendiri maupun aset yang dimiliki oleh sekolah.

Dalam Aksi Nyata kali ini, saya akan melakukan sebuah prakarsa perubahan dalam pembelajaran Seni Budaya, yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mendorong murid untuk menciptakan karya seni sastra.

Permasalahan

Bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mendorong murid untuk menciptakan karya seni sastra ?

 

Tindakan/Aksi Nyata

1.    Menyusun rancangan tindakan menggunakan tahapan BAGJA dengan pendekatan berbasis aset ( Asset Based Thingking ), sebagai berikut :

PRAKARSA PERUBAHAN

Menciptakan pembelajaran Seni Budaya yang menyenangkan dan mampu mendorong murid dalam menciptakan karya seni sastra

Tahapan

Pertanyaan

Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban

B-uat pertanyaan (Define)

        Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;

        Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan

1.    Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat pembelajaran Seni Budaya menyenangkan bagi murid ?

2.    Bagaimana pembelajaran yang mampu mendorong murid untuk menciptakan karya seni sastra?

1.    Menggali keinginan murid dan harapan murid

2.    Melakukan diskusi dan melibatkan murid dalam menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan keinginan murid

 

A-mbil pelajaran (Discover)

        Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;

        Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsur

1.    Pembelajaran seperti apa yang menyenangkan, yang perna dialami oleh murid?

2.    Pengalaman apa saja yang pernah dialami murid dalam menciptakan sebuah karya seni?

1.    Meminta murid untuk mengungkapkan apa yang pernah dialami dengan diskusi.

2.    Meminta murid untuk memilih tempat atau faslilitas belajar yang ada di sekolah

G-ali mimpi (Dream)

        Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;

        Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).

1.    Seperti apa pembelajaran yang menyenangkan bagi murid?

2.    Bagaimana murid dapat menciptakan sebuah karya seni sastra?

3.    Bagaimana perasaan murid jika pembelajaran itu menyenangkan ?

4.    Apa yang akan dirasakan murid saat berhasil menciptakan sebuah karya seni sastra ?

1.    Menanyakan kepada murid bagaimana perasaan mereka jika itu terjadi?

2.    Mengajak murid untuk menyusun rancangan pembelajaran guna mencapai mimpi tersebut

J-abarkan rencana (Design)

        Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;

        Menyusun definisi kesuksesan pencapaian

1.    Langkah-langkah seperti apa yang akan dilakukan dalam mencapai mimpi tersebut?

2.    Apa saja yang akan di lakukan agar murid mampu menciptakan sebuah karya seni sastra?

3.    Apa saja potensi atau aset yang dimiliki sekola untuk mendukung rencana tersebut?

1.    Menetapkan target tujuan sesuai dengan potensi murid

2.    Melakukan pemetaan aset yang dimiliki oleh sekolah untuk mendukung rencana pembelajaran tersebut

3.    Menyusun rencana pembelajaran penciptaan karya seni

4.    Menyusun rencana gelar apresiasi teradap karya seni sastra yang telah berhasil diciptakan oleh murid

 

A-tur eksekusi (Deliver)

        Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;

        Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)

1.    Apa yang akan dilakukan murid dalam pembelajaran tersebut?

2.    Dimana dan kapan pembelajaran tersebut akan dilakukan?

3.    Siapa saja yang dilibatkan dalam pembelajaran tersebut?

4.    Bagaimana pembelajaran tersebut dilakukan?

5.    Mengapa pembelajaran 

1.    Menentukan bentuk, alur , metode dan strategi pembelajaran yang akan dilakukan

2.    Menentukan tempat dan sarana yang diperlukan

3.    Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan guru atau pihak lain yang mendukung

4.    Menentukan jadwal, target waktu dan target hasil

5.    Menuliskan rancangan evaluasi dan  rencana tindak lanjut

 

2. Melakukan Aksi Nyata di kelas 8A dan 8C

a.    Mengajak murid untuk berdiskusi menentukan proses pembelajaran sesuai keinginan mereka pada pelajaran seni Teater yaitu menyusun naskah. Membimbing murid untuk memanfaatkan aset berupa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah seperti perpustakaan Digital, Taman Baca, Gazebo, Koleksi buku di perpustakaan sekolah atau pojok baca di kelas, ruang multimedia dengan internet, dan sebagainya sebagai sumber belajar. Murid dibentuk menjadi lima kelompok yang heterogen dan diminta untuk menyusun sebuah proyek dalam menciptakan sebuah naskah teater dengan menentukan sendiri tema yang mereka inginkan.




b.    Membimbing murid untuk bekerja secara berkelompok di luar kelas dan memilih sumber belajar.







c.    Murid mengkomunikasikan karyanya di depan teman-teman sekelas dan saling memberikan tanggapan positif.



d.    Bersama dengan murid melakukan refleksi pembelajaran untuk mendapatkan umpan balik dan rencana pembelajaran selanjutnya




                  

                   

 

Rencana Tindak Lanjut

1.     Berkolaborasi dengan guru yang lain dalam menyusun rancangan tindakan melalui tahapan BAGJA.

2.     Melakukan pemetaan aset sekolah bersama pada saat awal tahun ajaran dengan seluruh guru untuk mengetahui potensi yang bisa dikembangkan.

3.     Konsisten dalam melakukan pendekatan berbasis aset dalam menyusun sebuah kegiatan baik di kelas maupun lingkup sekolah.

 

 

Rabu, 25 Mei 2022

PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

 

PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

Oleh : Wegang Sri Sulanjari

 



Latar Belakang

Setiap sekolah memiliki visi dan misi yang ditetapkan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pencapaian visi dan misi sekolah tentu saja harus dilakukan oleh seluruh aspek yang ada di sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan dituntut memiliki kemampuan managerial untuk menggerakkan dan mewujudkan sekolah sebagai sebuah ekosistem yang baik dan kuat. Guru adalah pemimpin pembelajaran di kelas, berhadapan langsung dengan murid dan orang tua merupakan unsur penting, begitu juga dengan tempat, sarana prasarana, dan unsur lain yang dapat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan dan program sekolah.

Saat menetapkan program atau melaksanakan kegiatan baik di kelas maupun lingkup sekolah kerap menghadapi hambatan dan kendala. Berjalan tidaknya kegiatan tersebut tergantung dari keputusan seluruh warga sekolah dalam mengambil keputusan serta bagaimana pemimpin pembelajaran mampu mengelola sumber daya sekolah menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan pembelajaran dan visi, misi sekolah

Permasalahan

Bagaimanakah seorang pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan, visi dan misi sekolah ?

Pemecahan masalah

Seorang pemimpin pembelajaran harus memiliki mindset atau pola pikir positif dalam menjalankan kegiatan di sekolah baik itu pembelajaran di kelas, pembiasaan, event, kegiatan ko kurikuler maupun intrakurikuler serta kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru seperti seminar, workshop, dan sebagainya.

Hal ini dapat dilakukan dengan Pendekatan Berbasis Aset atau Asset Based Thingking. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset  menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset  berfokus pada potensi aset/sumber daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas.  Selama ini komunitas sibuk pada strategi mencari pemecahan pada masalah yang sedang dihadapi. 



Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.  

Saat pemimpin pembelajaran melakukan pemetaan teradap sumber daya yang dimiliki dan selanjutnya memanfaatkannya secara maksimal dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, maka hal tersebut akan mendorong sebuah tindakan yang berdampak pada peningkatan kualitas proses dan ketercapaian hasil pembelajaran. Mengingat bahwa dengan melakukan pendekatan berbasis aset, kita akan lebih berorientasi pada aset dan kekuatan, membayangkan masa depan, berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut, mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya, merancang sebuah rencana berdasarkan misi dan kekuatan serta melaksanakan aksi yang sudah direncanakan.

 

Hubungan materi ini dengan materi lain yang didapatkan sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.

Modul 3.2. ini mengajarkan untuk merubah mindset atau paradigma berpikir positif dalam mengembangkan sumber daya di sekolah dan memanfaatkannya secara maksimal. Hal ini sangat erat kaitannya dengan modul sebelumnya yaitu :

1.    Modul 1.1. tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara untuk menuntun anak sesuai dengan kodratnya dimana kita harus fokus pada kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh murid sehingga murid akan dapat menemukan kebahagiaan sejatinya.

2.    Modul 1.2. tentang nilai dan peran guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran yang harus memiliki kemampuan dalam mengelola sumber daya untuk mencapai kesuksesan proses pembelajaran.

3.    Modul 1.3. tentang taapan BAGJA dalam melakukan sebuah prakarsa perubahan

4.    Modul 1.4 tentang budaya positif di sekolah dengan merubah mindset menjadi positif

5.    Modul 2.1, 2.2, 2.3. tentang pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional dan coaching dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki anak untuk menyelesaikan masalahnya

6.    Modul 3.1. tentang pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin pembelajaran.

Materi ini memberi penguatan sekaligus aplikasi dalam mengimplementasikan materi diatas.

 

Hubungan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri saya setelah mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

Sebelum mempelajari modul ini saya masi menggunakan analisis SWOT dimana paradigma saya masih berpikir bagaimana mengadapi kendala bukan pada bagaimana memaksimalkan potensi, seingga ada beberapa rencana yang akhirnya berjalan tidak maksimal atau tidak berjalan sama sekali. Setelah mempelajari materi ini saya sudah mampu memetakan aset dan mencatat aspek mana saja yang bisa saya maksimalkan untuk menjalankan rencana saya. BAGJA sangat membantu di dalam menyusun dan melaksanakan sebuah program atau kegiatan di sekolah, baik pembelajaran di kelas maupun kegiatan di lingkup sekolah.



Kesimpulan

Paradigma berpikir positif dengan fokus pada potensi yang dimiliki akan menggerakan seluruh kemampuan kita untuk bertindak positif. Pemetaan aset dan membuat sebuah prakarsa perubahan dengan tahapan BAGJA akan sangat membantu guru sebagai pemimpin pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal.

 

 

 

 

WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA - AKSI NYATA 3.3.

  WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA Oleh : Wegang Sri Sulanjari   A.    Latar Belakang Radio streaming adalah sebuah media komunikas...