Menciptakan Pembelajaran yang
Menyenangkan
dan Mampu Mendorong Murid
untuk Menciptakan Karya Seni Sastra
Latar
Belakang
Setiap sekolah memiliki visi dan misi yang ditetapkan sebagai acuan dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pencapaian visi dan misi sekolah tentu saja
harus dilakukan oleh seluruh aspek yang ada di sekolah. Kepala sekolah sebagai
pimpinan dituntut memiliki kemampuan managerial untuk menggerakkan dan
mewujudkan sekolah sebagai sebuah ekosistem yang baik dan kuat. Guru adalah
pemimpin pembelajaran di kelas, berhadapan langsung dengan murid dan orang tua
merupakan unsur penting, begitu juga dengan tempat, sarana prasarana, dan unsur
lain yang dapat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan dan program sekolah.
Saat menetapkan program atau melaksanakan kegiatan baik di kelas maupun
lingkup sekolah kerap menghadapi hambatan dan kendala. Berjalan tidaknya
kegiatan tersebut tergantung dari keputusan seluruh warga sekolah dalam
mengambil keputusan serta bagaimana pemimpin pembelajaran mampu mengelola
sumber daya sekolah menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan pembelajaran dan
visi, misi sekolah
Proses
Kognitif dalam Taksonomi Bloom pada tahapan C6 yaitu mencipta, sangat dipengaruhi
oleh kemampuan guru sebagai pamong bagi muridnya. Membuka ruang
selebar-lebarnya bagi murid untuk berkreasi menciptakan suatu karya dengan
memaksimalkan potensi yang ada baik dari diri murid sendiri maupun aset yang
dimiliki oleh sekolah.
Dalam
Aksi Nyata kali ini, saya akan melakukan sebuah prakarsa perubahan dalam
pembelajaran Seni Budaya, yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan
mampu mendorong murid untuk menciptakan karya seni sastra.
Permasalahan
Bagaimana
cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mendorong murid untuk
menciptakan karya seni sastra ?
Tindakan/Aksi
Nyata
1. Menyusun
rancangan tindakan menggunakan tahapan BAGJA dengan pendekatan berbasis aset (
Asset Based Thingking ), sebagai berikut :
|
PRAKARSA PERUBAHAN |
Menciptakan pembelajaran Seni Budaya yang
menyenangkan dan mampu mendorong murid dalam menciptakan karya seni sastra |
|
|
Tahapan |
Pertanyaan |
Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan
untuk mendapatkan jawaban |
|
B-uat
pertanyaan (Define) ● Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang; ● Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan |
1.
Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat pembelajaran
Seni Budaya menyenangkan bagi murid ? 2.
Bagaimana pembelajaran yang mampu mendorong murid
untuk menciptakan karya seni sastra? |
1.
Menggali keinginan murid dan harapan murid 2.
Melakukan diskusi dan melibatkan murid dalam menyusun
rencana pembelajaran sesuai dengan keinginan murid |
|
A-mbil
pelajaran (Discover) ● Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi; ● Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsur |
1.
Pembelajaran seperti apa yang menyenangkan, yang perna
dialami oleh murid? 2.
Pengalaman apa saja yang pernah dialami murid dalam
menciptakan sebuah karya seni? |
1.
Meminta murid untuk mengungkapkan apa yang pernah
dialami dengan diskusi. 2.
Meminta murid untuk memilih tempat atau faslilitas
belajar yang ada di sekolah |
|
G-ali
mimpi (Dream) ● Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud; ● Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja). |
1.
Seperti apa pembelajaran yang menyenangkan bagi murid? 2.
Bagaimana murid dapat menciptakan sebuah karya seni
sastra? 3.
Bagaimana perasaan murid jika pembelajaran itu
menyenangkan ? 4.
Apa yang akan dirasakan murid saat berhasil
menciptakan sebuah karya seni sastra ? |
1.
Menanyakan kepada murid bagaimana perasaan mereka jika
itu terjadi? 2.
Mengajak murid untuk menyusun rancangan pembelajaran
guna mencapai mimpi tersebut |
|
J-abarkan
rencana (Design) ●
Mengidentifikasi
tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil
sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan
memudahkan keseluruhan pencapaian; ● Menyusun definisi kesuksesan pencapaian |
1.
Langkah-langkah seperti apa yang akan dilakukan dalam
mencapai mimpi tersebut? 2.
Apa saja yang akan di lakukan agar murid mampu
menciptakan sebuah karya seni sastra? 3.
Apa saja potensi atau aset yang dimiliki sekola untuk
mendukung rencana tersebut? |
1.
Menetapkan target tujuan sesuai dengan potensi murid 2.
Melakukan pemetaan aset yang dimiliki oleh sekolah
untuk mendukung rencana pembelajaran tersebut 3.
Menyusun rencana pembelajaran penciptaan karya seni 4.
Menyusun rencana gelar apresiasi teradap karya seni
sastra yang telah berhasil diciptakan oleh murid |
|
A-tur
eksekusi (Deliver) ● Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan; ● Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi) |
1.
Apa yang akan dilakukan murid dalam pembelajaran
tersebut? 2.
Dimana dan kapan pembelajaran tersebut akan dilakukan? 3.
Siapa saja yang dilibatkan dalam pembelajaran
tersebut? 4.
Bagaimana pembelajaran tersebut dilakukan? 5.
Mengapa pembelajaran
|
1.
Menentukan bentuk, alur , metode dan strategi
pembelajaran yang akan dilakukan 2.
Menentukan tempat dan sarana yang diperlukan 3.
Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan guru atau
pihak lain yang mendukung 4.
Menentukan jadwal, target waktu dan target hasil 5.
Menuliskan rancangan evaluasi dan rencana tindak lanjut |
2. Melakukan Aksi Nyata di kelas 8A dan
8C
a. Mengajak
murid untuk berdiskusi menentukan proses pembelajaran sesuai keinginan mereka
pada pelajaran seni Teater yaitu menyusun naskah. Membimbing murid untuk
memanfaatkan aset berupa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah
seperti perpustakaan Digital, Taman Baca, Gazebo, Koleksi buku di perpustakaan
sekolah atau pojok baca di kelas, ruang multimedia dengan internet, dan
sebagainya sebagai sumber belajar. Murid dibentuk menjadi lima kelompok yang
heterogen dan diminta untuk menyusun sebuah proyek dalam menciptakan sebuah
naskah teater dengan menentukan sendiri tema yang mereka inginkan.
b. Membimbing murid untuk bekerja secara berkelompok di luar kelas dan memilih sumber belajar.
c. Murid
mengkomunikasikan karyanya di depan teman-teman sekelas dan saling memberikan
tanggapan positif.
d. Bersama dengan murid melakukan refleksi pembelajaran untuk mendapatkan umpan balik dan rencana pembelajaran selanjutnya
Rencana
Tindak Lanjut
1. Berkolaborasi
dengan guru yang lain dalam menyusun rancangan tindakan melalui tahapan BAGJA.
2. Melakukan
pemetaan aset sekolah bersama pada saat awal tahun ajaran dengan seluruh guru
untuk mengetahui potensi yang bisa dikembangkan.
3. Konsisten
dalam melakukan pendekatan berbasis aset dalam menyusun sebuah kegiatan baik di
kelas maupun lingkup sekolah.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar