Rabu, 25 Mei 2022

PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

 

PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

Oleh : Wegang Sri Sulanjari

 



Latar Belakang

Setiap sekolah memiliki visi dan misi yang ditetapkan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pencapaian visi dan misi sekolah tentu saja harus dilakukan oleh seluruh aspek yang ada di sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan dituntut memiliki kemampuan managerial untuk menggerakkan dan mewujudkan sekolah sebagai sebuah ekosistem yang baik dan kuat. Guru adalah pemimpin pembelajaran di kelas, berhadapan langsung dengan murid dan orang tua merupakan unsur penting, begitu juga dengan tempat, sarana prasarana, dan unsur lain yang dapat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan dan program sekolah.

Saat menetapkan program atau melaksanakan kegiatan baik di kelas maupun lingkup sekolah kerap menghadapi hambatan dan kendala. Berjalan tidaknya kegiatan tersebut tergantung dari keputusan seluruh warga sekolah dalam mengambil keputusan serta bagaimana pemimpin pembelajaran mampu mengelola sumber daya sekolah menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan pembelajaran dan visi, misi sekolah

Permasalahan

Bagaimanakah seorang pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan, visi dan misi sekolah ?

Pemecahan masalah

Seorang pemimpin pembelajaran harus memiliki mindset atau pola pikir positif dalam menjalankan kegiatan di sekolah baik itu pembelajaran di kelas, pembiasaan, event, kegiatan ko kurikuler maupun intrakurikuler serta kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru seperti seminar, workshop, dan sebagainya.

Hal ini dapat dilakukan dengan Pendekatan Berbasis Aset atau Asset Based Thingking. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset  menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset  berfokus pada potensi aset/sumber daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas.  Selama ini komunitas sibuk pada strategi mencari pemecahan pada masalah yang sedang dihadapi. 



Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.  

Saat pemimpin pembelajaran melakukan pemetaan teradap sumber daya yang dimiliki dan selanjutnya memanfaatkannya secara maksimal dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, maka hal tersebut akan mendorong sebuah tindakan yang berdampak pada peningkatan kualitas proses dan ketercapaian hasil pembelajaran. Mengingat bahwa dengan melakukan pendekatan berbasis aset, kita akan lebih berorientasi pada aset dan kekuatan, membayangkan masa depan, berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut, mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya, merancang sebuah rencana berdasarkan misi dan kekuatan serta melaksanakan aksi yang sudah direncanakan.

 

Hubungan materi ini dengan materi lain yang didapatkan sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.

Modul 3.2. ini mengajarkan untuk merubah mindset atau paradigma berpikir positif dalam mengembangkan sumber daya di sekolah dan memanfaatkannya secara maksimal. Hal ini sangat erat kaitannya dengan modul sebelumnya yaitu :

1.    Modul 1.1. tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara untuk menuntun anak sesuai dengan kodratnya dimana kita harus fokus pada kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh murid sehingga murid akan dapat menemukan kebahagiaan sejatinya.

2.    Modul 1.2. tentang nilai dan peran guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran yang harus memiliki kemampuan dalam mengelola sumber daya untuk mencapai kesuksesan proses pembelajaran.

3.    Modul 1.3. tentang taapan BAGJA dalam melakukan sebuah prakarsa perubahan

4.    Modul 1.4 tentang budaya positif di sekolah dengan merubah mindset menjadi positif

5.    Modul 2.1, 2.2, 2.3. tentang pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional dan coaching dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki anak untuk menyelesaikan masalahnya

6.    Modul 3.1. tentang pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin pembelajaran.

Materi ini memberi penguatan sekaligus aplikasi dalam mengimplementasikan materi diatas.

 

Hubungan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri saya setelah mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

Sebelum mempelajari modul ini saya masi menggunakan analisis SWOT dimana paradigma saya masih berpikir bagaimana mengadapi kendala bukan pada bagaimana memaksimalkan potensi, seingga ada beberapa rencana yang akhirnya berjalan tidak maksimal atau tidak berjalan sama sekali. Setelah mempelajari materi ini saya sudah mampu memetakan aset dan mencatat aspek mana saja yang bisa saya maksimalkan untuk menjalankan rencana saya. BAGJA sangat membantu di dalam menyusun dan melaksanakan sebuah program atau kegiatan di sekolah, baik pembelajaran di kelas maupun kegiatan di lingkup sekolah.



Kesimpulan

Paradigma berpikir positif dengan fokus pada potensi yang dimiliki akan menggerakan seluruh kemampuan kita untuk bertindak positif. Pemetaan aset dan membuat sebuah prakarsa perubahan dengan tahapan BAGJA akan sangat membantu guru sebagai pemimpin pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA - AKSI NYATA 3.3.

  WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA Oleh : Wegang Sri Sulanjari   A.    Latar Belakang Radio streaming adalah sebuah media komunikas...