PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
SEBAGAI PEMIMPIN
PEMBELAJARAN
PADA KASUS KONFLIK
PENGURUS
ORGANISASISISWA
INTRA SEKOLAH ( OSIS )
( Menggunakan
Kerangka 4F/4P )
Oleh : Wegang Sri Sulanjari
PERISTIWA /FAKTA
A. Latar Belakang
Guru
penggerak diharapkan mampu membimbing dan memotivasi murid untuk menjadi
mandiri yaitu memiliki kemauan yang keras untuk belajar, beradaptasi dan
mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapi serta bertanggung jawab terhadap
apa yang telah dilakukannya.
Dalam aksi
nyata kali ini, saya akan mengambil keputusan pada kasus yang terjadi dalam
organisasi OSIS. Murid bernama Kuntara yang menjabat sebagai
ketua II dalam kepengurusan OSIS SMP Negeri 4 Surakarta tiba-tiba menelpon saya
dan mengatakan ingin mengundurkan diri sebagai pengurus OSIS. Alasannya adalah
sudah tidak sejalan dengan pengurus yang lain dan suasana organisasi sudah
tidak nyaman lagi bagi dirinya. Salah satu anggota yang berseberangan dengan
dirinya adalah Anindya yang menjabat sebagai bendahara. Dari awal pemilihan
Nindya memang menunjukkan rasa tidak suka kepada Kuntara dan ketidak sukaannya
sudah masuk pada perilaku hate speech ( ujaran kebencian ) dan bullying (
perundungan ) kepada Kuntara melalui media sosial. Konflik ini diperparah
dengan adanya dua kubu yang berada dipihak Anindya dan di pihak Kuntara.
Sementara Ketua Umum OSIS yaitu Ameera, tidak bisa menyelesaikan masalah ini
namun sebaliknya justru ikut dalam kubu Nindya. Hal ini dikarenakan saat
kampanye, Nindya adalah salah satu tim suksesi Ameera. Melihat kasus ini,
Nindya seharusnya dikeluarkan dari kepengurusan OSIS sesuai dengan tata tertib
pengurus OSIS, namun saya dan Bu Giyarti selaku kesiswaan masih
mempertimbangkan apakah ada keputusan lain yang terbaik bagi mereka.
Penyelesaian
kasus ini akan saya lakukan dengan menerapkan sembilan langkah seperti yang
telah saya pelajari pada modul 3.1.
B. Alasan Melakukan Aksi
Alasan
saya dalam melakukan aksi ini adalah :
·
Tanggung jawab saya mendapatkan tugas
tambahan sebagai Wakil Kepala Kurikulum sekaligus membantu operasional
Kesiswaan
·
Bu Giyarti selaku Wakil Kepala Bidang
Kesiswaan meminta saya untuk membantu menyelesaikan masalah ini mengingat
pengalaman saya sebelumnya menjadi Waka Kesiswaan
·
Kuntara menghubungi saya untuk mengajukan
pengunduran dirinya yang memiliki masalah dengan Nindya lewat WA, dan masalah
ini sudah terdengar kepada orang tua Kuntara yang secara langsung menemui saya
di sekolah.
·
Saya merasa masalah ini harus segera
diselesaikan agar konflik tidak semakin panjang dan kinerja organisasi dapat
berjalan dengan baik. Penyelesaian ini sekaligus untuk memberikan pembelajaran
tentang dinamika sebuah organisasi kepada pengurus lain, sehingga mereka dapat
belajar untuk bersikap, mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap
keputusan mereka. Hal ini adalah penguatan karakter mereka sebagai pemimpin
bagi temannya.
C. Hasil Aksi Nyata
Saya menyelesaikan kasus
ini dengan menerapkan sembilan langkah pengambilan keputusan sebagai berikut :
1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
Dalam kasus ini terdapat dilema etika dengan
nilai-nilai moral yang bertentangan yaitu menghormati dan menghargai orang
lain, tanggung jawab, toleransi dan menerima perbedaan, mandiri, kolaboratif
dan berpikir kritis.
2.
Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
a. Pihak yang mengalami dilema dalam kasus ini adalah saya.
b. Pihak yang terlibat dalam kasus ini adalah Kuntara, Nindya
dan Ameera.
c. Dalam menyelesaikan masalah ini saya berkolaborasi dengan
melibatkan guru BK dan Kesiswaan
3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini
Untuk
mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini saya melakukan
coaching dengan Kuntara, Anindya dan Ameera.
a)
Informasi
dari Kuntara
Kuntara
meminta berkonsultasi dengan saya melalui chat WA, karena dia merasa lebih
nyaman dan belum bisa pergi ke sekolah. Dari informasi tersebut diperoleh fakta
bahwa
·
Anindya
tidak suka dengan Kuntara, hal ini ditunjukkan dengan screenshoot bahwa Nindya
tidak terima jika Kuntara menjadi Ketua OSIS
·
Salah
satu penyebab ketidak sukaan Anindya kepada Kuntara adalah ada murid laki-laki
yang bernama Pasha yang dekat dengan Kuntara, padahal Anindya sangat menyukai
murid tersebut
·
Nindya
sudah menuliskan ujaran kebencian melalui status WA dan sindiran di medsos,
bahkan ada bukti menunjukkan tentang keinginan Nindya atas “kematian” Kuntara.
Ini sudah masuk pada pelanggaran tata tertib sekolah dan kesepakatan
organisasi.
·
Kuntara
sangat tidak nyaman dan ingin keluar dari organisasi, hal ini sudah disampaikan
ke ibunya. Dan ibunya sudah menghubungi saya untuk mengkonfirmasi hal tersebut.
·
Hasil
coaching, Kuntara ingin menyelesaikan konflik dengan Nindya dan kembali menjadi
pengurus
b)
Informasi
dari Anindya
·
Pada
saat awal pemilihan Ketua OSIS memang dia mengaku tidak suka dengan Kuntara
karena Kuntara ditugaskan oleh Ketua lama untuk mengevaluasi kinerja pengurus
OSIS sebelumnya yang masih mengajukan diri di tahun berikutnya. Dalam catatan
Kuntara kinerja Nindya kurang bagus, ini yang menjadi penyebabnya.
·
Mengakui
bersalah karena dia pernah melakukan bullying dengan menuliskan ujaran
kebencian di Medsos dan ingin meminta maaf kepada Kuntara
·
Banyak
kesalahpamahaman yang ingin dia klarifikasikan kepada Kuntara
·
Meminta
untuk tetap menjadi pengurus OSIS dan bersedia dievaluasi apabila melakukan
hal-hal yang mengganggu kinerja OISI
c)
Informasi
dari Ameera
·
Sebagai
Ketua Umum OSIS Ameera tidak membela satu pihak, dia mencari inormasi tentang
apa yang terjadi dari pengurus yang lain dan berusaha mendamaikan keduanya
·
Meminta
saya untuk tidak mengeluarkan Nindya dari pengurus OSIS dan tidak mengijinkan
Kuntara mengundurkan diri karena keduanya memiliki potensi dan sangat
dibutuhkan dalam kerja OSIS. Kuntara saat ini menjabat menjadi Ketua 1 dan
Nindya menjadi Bendahara 1
4. Pengujian Benar atau Salah, meliputi uji legal, uji legal, uji
regulasi/ standar profesional, uji intuisi, uji publikasi dan uji
panutan/idola.
Kasus
ini masuk pada dilema etika karena tidak ada pelanggaran dalam uji lega dan uji
regulasi. Tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang saya anut, saya nyaman
saja jika dipublikasikan dan panutan saya kemungkinan besar akan melakukan hal
yang sama.
5. Pengujian Paradigma Benar lawan
Benar.
Dalam kasus ini, paradigma yang terjadi adalah
a)
Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
b)
Jangka
pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
6. Melakukan Prinsip Resolusi
Prinsip yang saya ambil adalah Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based
Thinking)
7.
Investigasi Opsi Trilema
Alternatif keputusan lain adalah
Nindya tetap menjadi pengurus OSIS namun tidak di posisi strategis yaitu
Bendahara. Bisa dialihkan ke posisi lain misalnya anggota atau seksi bidang
8. Buat
Keputusan
Saya
memutuskan untuk :
·
Kuntara
tetap menjadi pengurus OSIS, tidak diijinkan keluar dari kepengurusan
·
Nindya
tetap menjadi Bendahara 1 karena sudah mengakui kesalahan dan berdamai dengan
Kuntara, namun tetap dalam evaluasi selama tiga bulan ke depan. Apabila
perubahan sikap terlihat dalam tiga bulan maka tetap akan menjadi pengurus OSIS
sampai akhir masa jabatan.
9. Lihat
lagi Keputusan dan Refleksikan
Keputusan
yang saya ambil saya lihat lagi dan berjalan dengan pengamatan selama tiga
bulan ke depan
PERASAAN/
FEELINGS
Perasaan
saya ketika akan menjalankan aksi tersebut masih bingung untuk menentukan
apakah tahap mencari informasi dengan coaching akan saya lakukan secara
individu atau langsung bertiga dengan pihak yang terlibat. Akhirnya saya
putuskan untuk menggali inormasi sekaligus coaching secara individu kemudian
menyelesaikan masalah dengan melakukan coaching bersama dengan anak-anak dan Bu
Giyarti. Setelah melakukan sembilan langkah pengmabilan keputusan, saya merasa
lebih mudah dalam mengambil keputusan dalam masalah ini. Dan yang terpenting
adalah anak-anak tersebut bisa membuat keputusan sendiri dengan memaksimalkan
potensi yang dimiliki tanpa tekanan maupun ancaman. Menyenangkan sekali ketika
saat ini saya melihat mereka berempat sangat dekat satu sama lain dan menjadi
tim yang solid dalam pelaksanaan kegiatan Bazzar Ramadhan kemarin.
PEMBELAJARAN/
FINDINGS
Pembelajaran
yang dapat saya ambil dari keberhasilan Aksi Nyata kali ini adalah ;
1.
Coaching sangat diperlukan dan membantu
dalam menyelesaikan masalah, karena setiap pihak yang terlibat akan mampu
menyelesaikan masalahnya sendiri dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya
2.
Keputusan yang tepat akan berpengaruh
positif pada murid , baik secara sikap, karakter atau mindset. Pengalaman ini
juga menjadi sebuah pelajaran berharga bagi murid di masa depan.
3.
Kolaborasi dengan guru lain sangat membantu
dalam mengambil keputusan.
4.
Sembilan langkah pengambil keputusan
terbukti efekti dalam membuat keputusan, asalkan dilakukan dengan konsisten
sesuai dengan alur yang ada
PENERAPAN KEDEPAN/ FUTURE
Beberapa hal yang akan saya perbaiki di masa
yang akan datang dalam mengambil keputusan adalah :
1.
Menyediakan lebih banyak waktu apabila
coachee menginginkan untuk lebih banyak berdiskusi
2.
Mempersiapkan kesimpulan data dalam bentuk catatan
dari hasil coaching individu sebelum melakukan coaching secara kelompok.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar