AKSI
NYATA 1.4.
PENERAPAN
BUDAYA POSITIF DI KELAS
PENERAPAN BUDAYA
POSITIF MELALUI MERDEKA BELAJAR
PROYEK WAYANG
MERDEKA
SEBAGAI UPAYA
MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
KELAS IX DI SMP
NEGERI 4 SURAKARTA
Simak videonya disini https://www.youtube.com/watch?v=6zAfd3ipBck
LATAR BELAKANG
Sudah
hampir dua tahun pandemi Covid 19 di Indonesia yang merubah sistem pendidikan
sekolah. Pembelajaran Jarak Jauh sebagai sebuah upaya pencegahan memberikan
dampak yang sangat besar, terutama perkembangan karakter anak-anak. Salah
satunya adalah kebutuhan penggunaan smartphone yang semakin meningkat untuk
melakukan komunikasi. update informasi dan pembelajaran di sekolah.
Arus
informasi yang tidak terfilter melalui media sosial di internet telah
menyebabkan pergeseran perilaku terutama dalam interaksi sosial dikalangan
anak-anak. Tidak ada lagi tempat dan kesempatan untuk bermain bersama, karena
dibatasi dengan jarak dan ruang geraknya. Sikap individualitas dan kurangnya
toleransi serta empati terhadap orang lain menjadi salah satu dampak yang
terlihat nyata melalui ujaran kebencian dan cyberbullying yang marak terjadi
baik dalam lingkungan kecil maupun lingkungan besar.
Berdasarkan
uraian diatas perlu kiranya anak-anak diberikan sebuah kegiatan melalui
pembelajaran di sekolah dan tugas mandiri di rumah untuk mengurangi pemakaian
HP. Pembelajaran berbasis proyek dengan berkelompok menjadi salah satu
alternatif metode pembelajaran yang sesuai untuk mencapai tujuan tersebut.
Materi pembelajaran menyesuaikan dengan kompetensi dasar mata pelajaran Seni
Budaya mencakup dua hal yaitu seni rupa dan seni teater.
TUJUAN
1.
Memacu kreativitas anak dalam menciptakan
sebuah karya seni
2.
Membiasakan budaya positif berupa kegiatan
yang bermanfaat
3.
Mengurangi timbulan sampah di rumah dan
lingkungan sekolah
4.
Mengurangi perilaku negatif berupa
cyberbullying menjadi lovespeech
5.
Menguatkan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui proyek kerja
kelompok
TAHAP
PELAKSANAAN
Pembelajaran ini berbasis proyek kerja
kelompok dalam mata pelajaran Seni Budaya. Keseluruhan proyek ini berjalan selama
satu bulan pada empat kali pertemuan dengan 8 jam pelajaran di kelas dan tugas
secara mandiri di rumah. Proyek ini dilakukan oleh empat kelas yaitu kelas IX
A, IX B, IX C, IX D. Tahap-tahap pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
1.
Pertemuan Pertama ( Minggu I )
Pada
pertemuan ini adalah tahap awal pembuatan proyek dengan proses pembelajaran
sebagai berikut :
a. Membuat
keyakinan kelas
Hal ini merupakan hal yang baru
diterapkan di kelas. Pada awalnya sulit karena dilakukan secara lisan, hanya
beberapa anak yang aktif dalam mengeluarkan ide mengenai kesepakatan apa yang
akan di terapkan di kelas. Selanjutnya saya memberikan sticky note dan meminta
anak-anak untuk menuliskan keyakinan dan konsekuensi yang mereka inginkan.
Setelah ditulis saya meminta mereka menempelkan tulisan mereka dan
mengklasifikasikan jika maksud dari tulisan itu sama. Ketua dibantu sekretaris
kemudian menuliskan menjadi kalimat-kalimat positif berupa keyakinan dan
konsekuensi yang disepakati bersama dan menjadi keyakinan kelas tersebut.
b. Menyusun
kelompok
Setelah dipaparkan dan diberikan
pemahaman mengenai proyek ini, anak-anak sepakat untuk memberi proyek ini
sebagai proyek wayang merdeka. Tahap selanjutnya adalah menyusun kelompok yang
heterogen dengan cara, memilih 8 ( delapan ) anak yang memiliki kemampuan dalam
memimpin dibagi menjadi 4 ( empat kelompok ). Kedelapan anak tersebut kemudian
memilih anak lain untuk menjadi kelompoknya dengan cara yang tidak mengandung
unsur diskriminasi atau pilih-pilih teman. Terbentuklah empat kelompok dengan
masing-maisng anggota sebanyak 7 sampai dengan 8 orang.
c. Merancang
proyek
Setiap kelompok menyusun perencanaan
kerja meliputi dua hal, yaitu :
a. Pembuatan
figur wayang
Wayang dibuat dengan menggunakan sampah
atau barang tidak terpakai yang ada di rumah. Hal ini sebagai sebuah upaya
kecil dalam mengurangi timbulan sampah dengan cara reduse, reuse dan recycle.
Inilahs alah satu bentuk penguatan karakter peduli terhadap lingkungan.
Nama, karakter dan bentuk wayang bebas
dengan menyesuaikan tema cerita yang akan dibawakan. Cerita disusun berdasarkan
tema “ Kreatifitas di Masa Pandemi”, sehingga figur wayang bisa mengambil
tokoh-tokoh masa kini atau tokoh-tokoh rekaan yang mereka buat sendiri.
b. Unjuk
kerja berupa pementasan
Pementasan dilakukan secara sederhana
di depan teman-teman satu kelas. Setiap anggota kelompok memiliki peran dan
tugas masing-masing yaitu sebagai narator, pemain wayang, pengiring musik dan
dokumentasi. Semua peran ditentukan sendiri berdasarkan kesepakatan kelompok.
Pementasan ini dibatasi dengan durasi 10 sampai dengan 15 menit dan dilakukan
di aula.
2.
Pertemuan Kedua ( Minggu II )
Proses
kerja pada minggu ini adalah menyelesaikan pembuatan figur wayang. Setelah
setiap kelompok membuat perencanaan, selanjutnya pembuatan bisa dilakukan di rumah
masing-masing dan saat pertemuan di jam pelajaran minggu kedua ini tinggal
menyelesaikannya. Di pertemuan ini setiap kelompok juga melakukan latihan dari
naskah yang sudah disusun. Pembelajaran dilakukan diluar kelas, setiap kelompok
boleh memilih tempat yang nyaman untuk mereka bekerja misalnya gazebo, taman
baca, taman tengah dan sebagainya.
3.
Pertemuan Ketiga ( Minggu III )
Minggu
ketiga adalah tahap unjuk kerja berupa pementasan sederhana dengan tahap-tahap
sebagai berikut :
1. Sebelum
pementasan hasil kerja, disepakati aturan main selama pementasan yaitu ;
a. Tetap
menerapkan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan menjaga jarak
b. Menghargai
kelompok yang maju mementaskan hasil karyanya dengan tidak melakukan aktifitas
selain menonton dan memberikan penghargaan dalam bentuk tepuk tangan
c. Seluruh
siswa aktif dalam diskusi dan refleksi
d. Bersama-sama
menjaga kebersihan aula
2. Pementasan
dilakukan di aula dengan gaya dan cerita masing-masing kelompok. Kelompok lain
menyaksikan pementasan tersebut dengan sungguh-sungguh.
3. Refleksi
pembelajaran dilakukan dengan diskusi makna apa yang didapatkan dari
pembelajaran ini serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan.
4.
Pertemuan Keempat ( Minggu IV )
Pengumpulan
laporan kerja kelompok dari perencanaan hingga pementasan berupa soft file dan
print out dilengkapi dengan dokuemn foto, video dan testimoni tertulis siswa.
HASIL
Pembelajaran dengan konsep merdeka belajar
melalui proyek wayang merdeka ini adalah :
1.
Terbentuk keyakinan kelas sebagai salah satu
konsensus bersama untuk menerapkan budaya positif di kelas
2.
Terbentuk kelompok belajar yang heterogen
sebagai media dalam mencari pengetahuan bersama dan menguatkan karakter profil
pelajar Pancasila.
Tercipta
karya seni berupa :
- Karya
seni rupa dalam bentuk figur-figur wayang yang dibuat dari sampah atau bahan
tidak terpakai dari rumah masing-masing, sebagai upaya kegiatan peduli
lingkungan.
- Karya
tulis berupa naskah dialog wayang dan laporan hasil kerja perkelompok
- Karya
seni pertunjukan berupa pementasan wayang merdeka
3.
Diskusi yang interaktif dan menghasilkan
pembelajaran yang bermakna
4.
Sebuah rencana tindak lanjut untuk melakukan
praktik baik
DAMPAK
Dampak yang terlihat dari proses
pembelajaran ini adalah
1.
Murid lebih aktif dalam belajar di dalam
kelompok.
2.
Perilaku murid cenderung positif, hal ini
terlihat dari nuansa kelas yang kondusif dan saling menghargai serta adanya
pemilihan diksi positif dalam setiap diskusi.
3.
Murid lebih antusias dan percaya diri
4.
Terwujud kekompakan dalam satu kelompok dan
saling membantu dalam menyelesaikan tugas.
5.
Pembelajaran menjadi menyenangkan
TANTANGAN
1.
Waktu untuk latihan terbatas dikarenakan
anak-anak tidak diijinkan latihan di luar jam KBM dengan alasan pandemi.
2.
Saat kerja kelompok di rumah, anak-anak
berkoordinasi melalui virtual sehingga hasilnya tidak semaksimal seperti tatap
muka
3.
Kolaborasi dengan guru tidak maksimal karena
saat KBM guru yang bersangkutan juga mengajar.
RENCANA
TINDAK LANJUT
1.
Membuat video pendek berdasarkan naskah yang
sudah disusun dan di publikasikan ke media sosial sebagai sebuah praktik baik
2. Merancang pembelajaran berdasarkan proyek
dengan materi dan alur yang berbeda namun tetap memiliki konsep merdeka belajar
3.
Pengalaman pembelajaran ini disusun menjadi
sebuah karya tulis ilmiah dalam bentuk Best Practise.
4.
Membagikan pengalaman aksi nyata kepada
rekan kerja
5.
Menyusun pembelajaran serupa dengan
kolaborasi antar mapel
LINK
AKSI NYATA
1. Artikel
di Blog Pribadi
a. Penerapan
Budaya Positif di Kelas Melalui Merdeka Belajar Wayang Merdeka
https://wegangsulanjari17.blogspot.com/2022/01/penerapan-budaya-positif-melalui.html
b. Sosialisasi
Berbagi Aksi Nyata di SMP Negeri 4 Surakarta
https://wegangsulanjari17.blogspot.com/2022/01/berbagi-aksi-nyata-sosialisasi-calon.html
2. Video
di Youtube Pribadi
a. Penerapan
Budaya Positif di Kelas Melalui Merdeka Belajar Wayang Merdeka
https://www.youtube.com/watch?v=6zAfd3ipBck
b. Sosialisasi
Berbagi Aksi Nyata di SMP Negeri 4 Surakarta
https://www.youtube.com/watch?v=tRQ0nFo2JBE&t=693s
DOKUMENTASI
AKSI NYATA
1.
Membuat Keyakinan Kelas
2.
Diskusi Kelompok untuk menyusun perencanaan
proyek
Membuat figur wayang dari bahan tidak
terpakai
4.
Hasil Karya Figur Wayang dari bahan bekas
5.
Unjuk Kerja Kelompok
Refleksi setelah pementasan