Minggu, 16 Januari 2022

Mengubah Narasi “ From Hate Speech To Love Speech “dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Melalui Penerapan Inkuiri Apresiatif dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi

 Tugas Aksi Nyata Modul 1.3.


Mengubah Narasi “ From Hate Speech To Love Speech “dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Melalui Penerapan Inkuiri Apresiatif dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi


Latar Belakang

Hampir dua tahun pandemi Covid 19 merubah sistem pendidikan di Indonesia. Pembelajaran Tatap Muka digantikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh. Teknologi informasi dan fasilitas internet tidak bisa lepas dari proses pembelajaran daring ini. Handphone dan atau laptop adalah sarana prasaran wajib yang harus dimiliki oleh murid. Hal ini mengakibatkan pergeseran budaya dan kebiasaan anak-anak yang sebelumnya dibatasi bahkan dilarang membawa HP ke sekolah, saat ini justru diwajibkan untuk menggunakan HP dengan tujuan pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada dampak negatif yang ditimbulkan dari hal ini, yaitu kecenderungan anak-anak menggunakan HP tidak hanya untuk pembelajaran tetapi justru lebih banyak membuka aplikasi dan fitur lainnya.

Media sosial tidak dapat dipisahkan dari budaya anak-anak. Kebebasan berkomunikasi maupun informasi di dunia maya menyisakan permasalahan sendiri yang berkaitan dengan karakter anak. Dalam usia remaja yang masih labil mencari jati diri menjadi penyebab bagaimana anak mengekspresikan dirinya dalam bentuk tulisan, foto maupun video yang mereka unggah di media sosial. Tidak mengherankan jika banyak terjadi kasus ungkapan ujaran kebencian yang mengarah pada perundungan karena belum adanya kesadaran dan kedewasaaan anak dalam mengungkapkan perasaannya. Kasus ini sering disebut sebagai “ Cyberbullying “, ironisnya kasus ini semakin marak terjadi sejak pembelajaran jarak jauh diterapkan selama pandemi ini.

Menurut UNICEF, Cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah bullying/perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. Adapun menurut Think Before Text, cyberbullying adalah perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan suatu kelompok atau individu, menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut. Jadi, terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Perbedaan kekuatan dalam hal ini merujuk pada sebuah persepsi kapasitas fisik dan mental.

Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Contohnya adalah :

1. Menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial

2. Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan/menyakitkan

3. Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun palsu atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka.

4. Trolling - pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online

5. Mengucilkan, mengecualikan, anak-anak dari game online, aktivitas, atau grup pertemanan

6. Menyiapkan/membuat situs atau grup (group chat, room chat) yang berisi kebencian tentang seseorang atau dengan tujuan untuk menebar kebencian terhadap seseorang

7. Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan seseorang

8. Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat yang melecehkan

9. Membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah dalam menggunakan nama mereka

10. Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam percakapan seksual.

Berpijak dari uraian diatas, sebagai calon guru penggeraksaya merasa perlu melakukan sebuah aksi nyata yaitu menyusun sebuah aksi perubahan untuk mengajak murid-murid sayamengubah ujaran kebencian menjadi ujaran kebaikan dan kasih sayang dalam inovasi pembelajaran From Hate Speech to Love Speech dalam bentuk karya seni dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Permasalahan

1. Adanya kecenderungan sikap individualitas dan semakin hilangnyarasa peduli dan saling menghormati dikalangan anak-anak

2. Kurang adanya penguatan rasa menghargai orang lain,dalam pemilihan diksi dan konten yang mereka ekspresikan di media sosial.

3. Kurangnya sosialisasi kepada anak-anak bahwa ujaran kebaikan adalah praktik baik yang menyenangkan dan bermanfaat untuk dilakukan.

Penyelesaian Masalah

1. Membuat inovasi pembelajaran pembuatan poster dan film pendek dalam mensosialisasikan program mengubah ujaran kebencian menjadi ujaran kebaikan.

2. Memanfaatkan teknologi informasi sebagai media berekspresi bagi murid-murid.

3. Memanfaatkan waktu luang anak-anak dengan cara membuat karya seni digital secara berkelompok.

4. Berkolaborasi dengan guru dan pihak lain yang membantu program ini

Bentuk Kegiatan

1. Pembelajaran pembuatan poster dengan menggunakan aplikasi Canva  menggunakan HP dalam pelajaran seni rupa.

2. Pembelajaran dengan menggunakan metode Project Based Learning secara berkelompok

3. Unjuk kerja berupa demontrasi menularkan praktik baik dengan cara mengunggah karya poster digital ke media sosial sebagai bentuk kampanye atau sosialiasi.

4. Adanya kolaborasi dengan guru TIK dan Seni Budaya dan KAICIID Austria dengan difasilitasi oleh UKSW Salatiga


Waktu Kegiatan

Selasa s.d Jumat, 7-10 November 2021


Hasil

1. Penguatan pendidikan karakter profil pelajar pancasila yaitu Mandiri; Bergotong-royong; Berkebinekaan global; Bernalar kritis; Kreatif melalui kegiatan pembelajaran secara berkelompok.

2. Tercipta karya seni digital berupa poster yang bertemakan Stop Cyberbullying dan Film Pendek

3. Adanya perubahan murid-murid dalam pemilihan diksi/ kalimat di media sosial pribadi

4. Berkurang secara signifikan kasus perundungan melalui media sosial yang dimiliki anak-anak berdasarkan pengamatan dan data laporan dari guru BK

5. Adanya praktik baik berupa kampanye anti perundungan melalui media sosial








CONTOH HASIL KARYA SISWA









DOKUMENTASI KEGIATAN SUDAH DIUNGGAH DI YOUTUBE

Dengan LINK :

1.      Kegiatan Pelatihan

https://www.youtube.com/watch?v=1WhsnBW7iHc&t=27s

 

2.      Kegiatan Kunjungan Ke Borobudur untuk pembuatan film

https://www.youtube.com/watch?v=3nrfumYCgqY&t=6s

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA - AKSI NYATA 3.3.

  WUJUDKAN ASA BERSAMA RADIO PATSKA Oleh : Wegang Sri Sulanjari   A.    Latar Belakang Radio streaming adalah sebuah media komunikas...